Jaecoo J5 EV menjadi salah satu model elektrifikasi yang mulai menarik perhatian konsumen di Indonesia. Namun hingga saat ini, soal harga resminya untuk tahun 2026 disebut masih menunggu kepastian regulasi dan kebijakan yang berlaku. President Director of Chery Group Zeng Shuo mengatakan, struktur harga Jaecoo J5 EV masih dalam tahap finalisasi dan akan disesuaikan mengikuti kebijakan pemerintah yang berlaku ke depan. “Harga untuk tahun 2026 masih menunggu final dari policy. Kalau sudah jelas, kami pasti ikuti, jadi harganya akan kami kompilasi,” ujar Zeng Shuo saat ditemui di JIExpo, Kemayoran, Kamis (5/2/2026). Menurut dia, ketidakpastian regulasi membuat pabrikan belum bisa memberikan kepastian soal penyesuaian harga kepada konsumen. Karena itu, Jaecoo memilih untuk menahan pengumuman resmi banderol terbaru sampai ada keputusan final. Jaecoo J5 EV “Harga untuk saat ini kami masih menunggu regulasi, karena sekarang kami masih susah kasih janji,” kata dia. Di tengah kondisi tersebut, Jaecoo tetap melanjutkan proses distribusi unit untuk konsumen yang sudah melakukan pemesanan lebih dulu. Perusahaan memprioritaskan penyerahan kendaraan (handover) agar antrean tidak semakin panjang. “Untuk sekarang fokus kami handover ke yang sudah pesan,” ujar Zeng Shuo. Strategi ini menunjukkan bahwa meski sisi harga belum diumumkan secara final, proses pemenuhan pesanan tetap berjalan. Kepastian banderol Jaecoo J5 EV untuk skema tahun 2026 diperkirakan akan diumumkan setelah aturan pendukung dan kebijakan harga resmi ditetapkan. Sebagai informasi, sebelumnya harga yang ditawarkan untuk SUV listrik Jaecoo J5 benar-benar kompetitif. Untuk tipe Premium dipasarkan Rp 299,9 juta (OTR Jakarta). Sedangkan untuk Jaecoo J5 EV tipe Standard, bisa didapat konsumen dengan banderol Rp 249,9 juta (OTR Jakarta). KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang