Sejak Jaguar mengejutkan publik dengan menekan tombol reset beberapa tahun lalu, merek ini konsisten menyatakan bahwa mesin pembakaran internal akan segera ditinggalkan. Bulan lalu, Jaguar menepati janji itu dengan menghentikan total model bermesin pembakaran (ICE) ketika unit F-Pace terakhir keluar dari lini perakitan di pabrik Solihull, Inggris. Model berbahan bakar bensin lainnya lebih dulu pamit, sehingga pensiunnya SUV mewah tersebut menandai berakhirnya lini ICE Jaguar setelah 90 tahun produksi. Sampai Type 00 hadir dalam versi produksi pada akhir tahun ini, Jaguar pada dasarnya menjadi pabrikan tanpa satu pun model yang diproduksi. Namun, di sisi lain, muncul kabar bahwa komitmen untuk sepenuhnya beralih ke EV mungkin terlalu dini, karena laporan baru menyebut mobil yang mencolok itu masih bisa mengusung mesin pembakaran. Menurut laporan terbaru dari The Times, kekhawatiran internal di Jaguar terkait jarak tempuh Type 00 disebut semakin menguat. Meski paket baterainya diperkirakan berukuran besar—sejalan dengan dimensi bodi yang bongsor—para insinyur kabarnya sedang mengkaji penambahan mesin bensin yang berfungsi sebagai generator. Jika benar, sedan GT empat pintu yang memicu pro-kontra itu akan berubah menjadi kendaraan listrik dengan pemanjang jarak tempuh (electric range-extending vehicle/EREV). Meredam Kekhawatiran Jarak Tempuh dengan Mesin Bensin Jaguar menyebut jarak tempuh listrik Type 00 Concept mencapai 770 km pada siklus WLTP dan 692 km menurut EPA. Angka ini tergolong tinggi, tetapi Jaguar disebut khawatir tetap bisa membuat calon pembeli enggan karena isu range anxiety. Dengan menambahkan mesin bensin sebagai pemanjang jarak tempuh, Type 00 versi produksi berpotensi menjadi GT sejati yang mampu menempuh hingga 1.100 km. The Times tidak merinci siklus pengujian yang digunakan untuk angka tersebut, meski kemungkinan besar mengacu pada WLTP mengingat Inggris menggunakan Worldwide Harmonised Light Vehicles Test Procedure. Media berbasis London itu mengutip “sumber yang memahami situasi” dan menyebut adanya “inisiatif rahasia” yang menugaskan para insinyur untuk memperpanjang jarak tempuh mobil ini. Seperti EREV lainnya, mesin pembakaran tidak akan menggerakkan roda. Fungsinya murni sebagai generator untuk mengisi ulang baterai saat kendaraan berjalan. BMW kerap dianggap sebagai pelopor teknologi ini melalui i3 REx, yang sejak lebih dari satu dekade lalu menggunakan mesin motor sebagai generator. Jaguar Type 00 Concept Versi Range-Extender Diperkirakan Tidak Hadir Saat Peluncuran Laporan tersebut menambahkan bahwa versi Type 00 dengan pemanjang jarak tempuh kecil kemungkinan meluncur bersamaan dengan EV standar pada akhir tahun ini. Opsi penggerak alternatif disebut masih pada tahap awal rekayasa, mengindikasikan keputusan mengeksplorasi EREV muncul saat pengembangan model sudah berjalan jauh. Saat dihubungi media Inggris tersebut, perusahaan induk Jaguar Land Rover (JLR) menolak berkomentar. Fakta bahwa JLR tidak secara tegas membantah laporan itu memberi sinyal bahwa rumor ini mungkin ada benarnya. Namun, Autocar mengutip “sumber senior” yang menyebut laporan awal itu “tidak masuk akal” dan Type 00 akan dijual murni sebagai EV. Automotive News Europe juga mengutip pernyataan juru bicara Jaguar yang membantah laporan The Times: “Rencana kami untuk menemukan kembali Jaguar sebagai merek otomotif mewah khusus listrik tidak berubah.” Seperti banyak hal terkait Jaguar belakangan ini, situasinya terasa membingungkan. Jika para insinyur benar-benar berupaya memasukkan mesin bensin ke mobil yang semula ditujukan sebagai EV murni, hampir pasti unitnya berukuran kecil. JLR juga sedang menghidupkan kembali Freelander sebagai merek terpisah untuk model-model produksi Cina yang menawarkan pemanjang jarak tempuh, di antara opsi penggerak lainnya. Kendaraan-kendaraan itu dikembangkan bersama Chery, yang akan merekayasa dan memproduksinya secara lokal. Masih terlalu dini untuk memastikan apakah Jaguar akan meminjam solusi pemanjang jarak tempuh dari proyek tersebut, namun kemungkinan itu tidak bisa dikesampingkan. Pengujian Prototipe Jaguar Tipe 00 Pandangan Motor1: Secara resmi, Type 00 akan dibangun di atas “platform teknologi khusus” bernama Jaguar Electrical Architecture. Namun, sejak awal kami menilai kap mesin yang sangat panjang itu seolah “meminta” ada mesin pembakaran di bawahnya. Dengan dimensi mobil yang besar, menata ruang untuk mesin ICE kecil mungkin bukan perkara sulit. Meski begitu, rekayasa ulang untuk mengakomodasi mesin bensin tidak akan murah, dan bisa semakin membebani kondisi Jaguar yang sudah rapuh. Jika disetujui, versi REEV kemungkinan hadir belakangan dalam siklus hidup model, berdampingan dengan versi EV baterai murni. Jaguar juga diperkirakan mematok harga lebih tinggi untuk opsi pemanjang jarak tempuh, sehingga calon pembeli perlu siap mengeluarkan biaya lebih dari kisaran $120.000 yang diperkirakan untuk versi listrik standar.