Manuver menyalip kerap dianggap sepele oleh sebagian pengendara. Padahal, keputusan mendahului kendaraan lain harus melalui pertimbangan matang agar tidak berujung kecelakaan. Contohnya terlihat pada kejadian yang belum lama ini viral, di mana pengendara motor terjun ke jurang setelah didahului motor lain. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa empati dan kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan lain sering kali terabaikan. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengingatkan, ada tiga pertanyaan mendasar yang wajib dijawab sebelum menyalip. Konsep tersebut dikenal dengan istilah PDA, yakni Penting, Dibenarkan, dan Aman. Sepeda motor Yamaha Fiz-R tergeletak di kolong sebuah bus usai kecelakaan yang terjadi di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Minggu (18/1/2026) “Tips yang harus dilakukan dalam mengurangi atau mencegah terjadinya kecelakaan saat menyalip itu ada 3, PDA atau Penting, Dibenarkan, dan Aman. Tanyakan dulu ketiga pertanyaan ini dan semuanya harus dijawab ya, baru boleh menyalip,” kata Jusri kepada Kompas.com, Rabu (18/2/2026). Menurut dia, pertanyaan pertama berkaitan dengan urgensi. “Penting tidak? Kalau nggak penting, ya tunda. Kalau penting, tahan dulu, tunggu jawaban kedua, pertanyaan kedua dijawab dulu,” ujarnya. Setelah itu, pengendara harus memastikan manuver tersebut dibenarkan secara aturan dan situasi jalan. “Dibenarkan tidak menyalipnya. Tidak di tikungan, tidak di area blind spot, tidak di garis solid, jadi dibenarkan nih. Oke, yang pertama sudah ya jawabannya. Yang kedua iya, yang ketiga aman tidak?” kata Jusri. Ia menegaskan, faktor aman tidak boleh ditafsirkan secara sempit. “Aman itu aman bagi kita, aman bagi orang lain. Penting dibenarkan aman ini harus ada di kepala kita. Jangan sampai gara-gara kita menyalip, aman buat kita, tapi tidak aman buat orang lain,” ucapnya. Menurut Jusri, banyak kecelakaan terjadi karena pengendara hanya fokus pada kepentingan pribadi. Padahal, ruang jalan adalah ruang bersama, sehingga setiap keputusan, termasuk menyalip, harus mempertimbangkan keselamatan semua pihak. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang