Pengemudi muda perlu memiliki kemampuan lebih dari sekadar mengoperasikan kendaraan. Pengetahuan, keterampilan, dan sikap saat berkendara juga penting untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. Mengutip dari Kompas.com, sekitar separuh pelaku dan korban tabrakan lalu lintas merupakan anak muda berusia 15 hingga 29 tahun, di Kota Solo, Jawa Tengah. Sementara itu, data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri mencatat 14.173 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025. Karena itu, pengemudi muda perlu dibekali kemampuan yang tidak hanya berkaitan dengan cara mengoperasikan kendaraan, tetapi juga pengetahuan dan sikap saat berada di jalan. Kemampuan yang Wajib Dimiliki Pengemudi Muda Impresi berkendara tiga motor listrik baru VinFast di Indonesia, VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, pengemudi pemula wajib memiliki kompetensi yang mencakup skill, knowledge, dan attitude. “Skill yaitu mampu mengoperasikan dan mengendalikan kendaraan dengan aman, benar, efektif dan efisien. Knowledge, yaitu mengetahui setiap UU dan Peraturan Lalin serta mengetahui cara mengoperasikan kendaraan dengan aman, benar, efektif dan efisien. Attitude yaitu memiliki sikap dan perilaku yang tepat untuk dapat meminimalisir risiko agar terhindar dari laka lalin,” ucapnya kepada Kompas.com, Rabu (7/10/2026). Senada, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, kemampuan pengemudi pemula dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan perilaku di jalan umum masih perlu ditingkatkan. “Sehingga banyak yang harus dipelajari by proses yang pasti sebelum turun ke jalan wajib menguasai operasional yang benar, menerapkan prilaku yang baik dan paham membaca potensi bahaya,” ucapnya. Pentingnya Defensive Driving Bagi Pengemudi Pemula Test drive BAIC T1 di rute Tangerang-Bandung Pengemudi pemula juga perlu memahami defensive driving. Kemampuan ini mencakup cara mengidentifikasi, mengantisipasi, dan menghindari potensi bahaya saat berkendara atau hazard perception. “Kemampuan ini sangat penting dan terbukti dapat meminimalisir risiko laka, terutama untuk pengemudi pemula agar tetap waspada dan mampu bertindak dengan tepat dan cepat,” ucap Marcell. Cara Membaca Potensi Bahaya dari Kendaraan Lain Ilustrasi berkendara dengan Changan Deepal S07 Sementara itu, Sony mengatakan, terdapat sejumlah metode yang dapat digunakan pengemudi untuk membaca potensi bahaya dari kendaraan lain. “Ada banyak metode seperti, Search Identifiyed, Predict, Decided, Execute (SIPDE), Search, Evaluate, Execute (SEE), dan Hazard Identification, Risk Assessment, Determining Control (HIRADC),” ucap Sony. Metode tersebut membantu pengemudi mengenali kondisi di sekitar kendaraan, memperkirakan potensi risiko, kemudian menentukan tindakan yang tepat. Pentingnya Memahami Blind Spot dan Menjaga Jarak Aman Selain kemampuan membaca potensi bahaya, pengemudi juga perlu memahami blind spot serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. “Menjaga jarak aman, memandang jauh kedepan, memperhatikan lingkungan 360 derajat, meminimalisir blind spot, memperhatikan pergerakan kendaraan lain, dan selalu berpikir ‘what if’,” kata Marcell. Menurutnya, kebiasaan tersebut penting diterapkan sejak pengemudi masih dalam tahap belajar agar dapat mengenali risiko lebih awal. Perlukah Mengikuti Kursus Defensive Driving? Ilustrasi kursus mengemudi. Marcell mengatakan, pengemudi pemula sebaiknya mendapatkan pengetahuan dan praktik defensive driving sebelum berkendara di jalan umum. “Karena mengemudi bukan sekedar memiliki skill yang baik, tapi juga knowledge dan attitude yang tepat untuk dapat meminimalisir risiko. Mengingat fatality rate kecelakaan lalin di indonesia mencapai puluhan ribu kematian setiap tahunnya, jadi risikonya tinggi,” ucap Marcell. Dengan memahami keterampilan, pengetahuan, dan etika berkendara, pengemudi muda diharapkan dapat lebih waspada serta mengurangi risiko kecelakaan di jalan.