— Mobil hybrid dikenal efisien dan ramah lingkungan, namun di balik keunggulannya tersimpan tantangan tersendiri dalam hal perawatan. Salah satu yang kerap menjadi perhatian adalah biaya perbaikan komponen kelistrikan yang tidak murah. Selain baterai, ada beberapa bagian penting lain yang membutuhkan biaya besar bila mengalami kerusakan. Menurut Yusup, Product Planning Manager Chery Sales Indonesia, sistem kerja mobil hybrid sangat kompleks karena menggabungkan mesin bensin dan motor listrik yang dikendalikan oleh sistem elektronik bertegangan tinggi. “Tambahan komponen utama pada mobil hybrid yang relatif membutuhkan biaya cukup tinggi antara lain power supply dari baterai (high voltage), power control unit sebagai kontrol utama baterai, inverter, converter, dan motor, serta motor generator dan drive motor,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (29/10/2025). Yusup menjelaskan, setiap komponen tersebut memiliki peran vital dalam mengatur aliran energi listrik di dalam kendaraan. Jika salah satu mengalami kerusakan, performa mobil hybrid bisa langsung menurun drastis atau bahkan tidak bisa dioperasikan sama sekali. Baterai mobil hybrid. Misalnya, Power Control Unit (PCU) berfungsi sebagai pusat pengendali yang mengatur distribusi daya dari baterai ke motor listrik maupun sistem lain. Komponen ini berharga mahal karena mengandung sirkuit elektronik presisi tinggi dan sistem pendingin khusus. Sementara Motor Generator (EM1) dan Drive Motor (EM2) berperan dalam mengubah energi listrik menjadi tenaga gerak, sekaligus melakukan regenerasi daya saat mobil melakukan pengereman. Jika salah satu motor listrik ini rusak, biaya penggantiannya bisa mencapai puluhan juta rupiah, tergantung jenis dan mereknya. Selain itu, baterai bertegangan tinggi (high voltage battery) juga tetap menjadi komponen paling mahal dalam sistem hybrid. Meski daya tahannya cukup lama, penggantian modul baterai tetap membutuhkan biaya besar, apalagi jika kapasitasnya besar atau menggunakan teknologi terbaru seperti lithium-ion. Oleh karena itu, Yusup menyarankan pemilik mobil hybrid untuk menjaga kondisi sistem kelistrikan dengan baik. Servis berkala di bengkel resmi sangat penting agar setiap komponen yang berkaitan dengan sistem hybrid mendapat pemeriksaan sesuai standar pabrikan. “Kalau perawatan dilakukan rutin sesuai rekomendasi, potensi kerusakan bisa ditekan. Jadi umur komponen hybrid bisa jauh lebih panjang dan efisien,” tutur Yusup. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.