Nilai tukar rupiah yang melemah hingga menyentuh Rp 17.800 per dolar AS mulai memicu kekhawatiran di berbagai sektor, termasuk industri otomotif. Kondisi ini dipengaruhi memanasnya tensi geopolitik global serta tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional. Di tengah tekanan tersebut, masyarakat juga mulai mempertanyakan dampaknya terhadap biaya kepemilikan kendaraan, termasuk premi asuransi mobil. Namun hingga saat ini, premi asuransi kendaraan disebut masih belum mengalami perubahan, meski nilai tukar rupiah melemah dan suku bunga acuan Bank Indonesia ikut naik. Layanan Garda Siaga dari Asuransi Astra Premi Diklaim Stabil “Sejauh ini bunga premi asuransi kendaraan tidak ada perubahan,” ujar Head of PR, Marcomm and Event Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto, kepada Kompas.com (26/5/2026). Menurut dia, besaran premi asuransi kendaraan tidak ditentukan langsung oleh pergerakan kurs rupiah maupun suku bunga acuan Bank Indonesia. “Komponen premi yang dibayar adalah rate dikali dengan harga pertanggungan mobil,” ucap Iwan. Artinya, selama harga pertanggungan kendaraan dan tingkat risiko tidak berubah signifikan, premi asuransi kendaraan cenderung tetap stabil. Ilustrasi asuransi kendaraan, asuransi mobil. Risiko dan Biaya Perbaikan Iwan menjelaskan, penentuan rate premi dilakukan berdasarkan sejumlah faktor risiko yang berkaitan langsung dengan kendaraan dan penggunaannya. “Rate ditentukan dari wilayah, tingkat risiko misal tingkat kecelakaan, driver behaviour, fungsi atau penggunaan, biaya perbaikan atau penggantian misal ongkos body paint, suku cadang dan lain-lain,” katanya. Meski begitu, pelemahan rupiah tetap berpotensi memberi tekanan tidak langsung pada industri otomotif dan asuransi. KLAIM ASURANSI. Seorang nasabah mendapatkan pelayanan dari costumer service di kantor asuransi mobil Garda Oto, Jakarta, Selasa (25/02). Banjir besar yang melanda Jakarta pekan kemarin membuat sebagian besar mobil-mobil rusak dan mogok. Hal itu menyebabkan sebagian besar pemilik mobil melakukan klaim asuransi untuk memperbaiki mobilnya tersebut. Marketing Communication & Public Relations Head Asuransi Astra Buana (Garda Oto) Laurentius Iwan Pranoto mengatakan saat ini perusahaan telah menerima klaim sebanyak 180 unit mobil dengan kerusakan yang paling banyak adalah mesin terendam. KONTAN/Fransiskus Simbolon/25/02/2015/p Sebab, biaya suku cadang impor hingga material perbaikan kendaraan dapat meningkat apabila kurs dolar terus menguat. Di sisi lain, Bank Indonesia juga telah menetapkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 5,25 persen, naik 50 basis poin dari sebelumnya 4,75 persen. Kebijakan tersebut diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah di tengah gejolak global. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang