Sistem pengereman menjadi salah satu komponen paling penting dalam menjaga keselamatan saat berkendara. Ketika rem mengalami gangguan fungsi, mobil bisa kehilangan kemampuan untuk memperlambat laju kendaraan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Seperti kejadian Toyota Innova yang mengalami kecelakaan tunggal hingga terbakar di Jalan Lingkar Salatiga (JLS), tepatnya di simpang empat Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026) dini hari. Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Henry Sulistyanta D.S mengatakan, kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat gangguan fungsi rem pada kendaraan. "Sesampainya di lokasi kejadian, diduga kendaraan mengalami gangguan fungsi rem sehingga kendaraan tergelincir dan masuk ke parit. Setelah itu, kendaraan terbakar dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas tunggal," kata Henry, dikutip , Rabu (19/8/2026). Beruntung, pengemudi berhasil menyelamatkan diri dan tidak mengalami luka. Namun, kendaraan mengalami kerusakan parah akibat terbakar. Penyebab rem mobil bisa blong Pemilik Bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi Garasi Auto Service, Muchlis, mengatakan rem blong umumnya terjadi karena adanya masalah pada komponen sistem pengereman yang tidak terdeteksi sejak awal. Menurutnya, pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh komponen rem tetap bekerja dengan baik. "Servis rutin tiap 10.000 kilometer per 6 bulan, ini meliputi pemeriksaan kampas rem, kaliper rem, master booster rem, selang dan persambungan pipa-pipa rem," ucap Muchlis. Rematching disc brake bentuk perawatan rem untuk menyeimbangkan kembali permukaan disc brake yang habis tidak rata Selain pemeriksaan komponen, penggantian minyak rem juga perlu dilakukan secara berkala. Muchlis menyarankan penggantian minyak rem dilakukan setiap 40.000 kilometer atau dua tahun sekali. Menurutnya, kondisi minyak rem yang sudah menurun kualitasnya dapat memengaruhi kinerja sistem pengereman. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah pedal rem terasa lebih dalam saat diinjak. "Ketika merasakan pedal rem mulai dalam, segera ke bengkel untuk pemeriksaan sistem rem sehingga bisa mengurangi risiko terjadinya rem blong," kata Muchlis. Ia menjelaskan, penggantian minyak rem saja tanpa pemeriksaan komponen lain belum cukup untuk memastikan sistem pengereman aman. "Berarti tidak tahu kondisi kampas rem, kaliper rem, master pipa-pipa rem, sehingga ada potensi rem blongnya tinggi," ucapnya. Jangan panik saat rem tiba-tiba blong Selain faktor kondisi kendaraan, perilaku pengemudi saat menghadapi rem blong juga sangat menentukan tingkat keparahan kecelakaan. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, banyak pengemudi justru panik ketika mengalami rem blong. Padahal, kepanikan bisa membuat pengemudi mengambil keputusan yang berisiko.