Kasus Jaecoo J5 EV yang mengalami pembatasan kecepatan saat digunakan dalam perjalanan ke Semarang belakangan menjadi perhatian. Kendaraan tersebut dilaporkan sempat memunculkan indikator kura-kura dan hanya dapat melaju dengan kecepatan maksimal sekitar 30 kilometer per jam. Menanggapi kejadian tersebut, Jaecoo Indonesia sebelumnya menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menemukan adanya kebocoran coolant pada sistem baterai. Kebocoran itu terjadi setelah kendaraan mengalami insiden yang dikategorikan sebagai kecelakaan. Lantas, apa fungsi coolant pada sistem baterai mobil listrik dan mengapa kebocorannya bisa membuat performa kendaraan dibatasi? Jaecoo J5 EV Menjaga Temperatur Baterai Head of Marketing Jaecoo Indonesia Mohamad Ilham Pratama mengatakan, coolant memiliki peran penting dalam menjaga suhu baterai tetap berada pada kondisi ideal. "Coolant berfungsi sebagai media pendingin baterai untuk membantu menjaga temperatur baterai tetap berada dalam rentang suhu operasional yang optimal," ujar Ilham, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Menurut dia, pengendalian suhu menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kinerja hingga keamanan battery pack. Tes konsumsi listrik Jaecoo J5 EV "Pengendalian temperatur ini penting untuk menjaga performa, efisiensi, usia pakai, dan keamanan baterai," ujar Ilham. Sistem pendingin pada mobil listrik bekerja untuk menjaga temperatur baterai agar tidak meningkat secara berlebihan. Pasalnya, kondisi baterai yang bekerja di luar rentang suhu optimal dapat memengaruhi performa kendaraan. Suasana Kabin Jaecoo J5 EV Pada kasus J5 EV di Semarang, kebocoran coolant yang terdeteksi pada sistem baterai kemudian membuat sistem perlindungan kendaraan bekerja. Performa Kendaraan Dibatasi Ilham menjelaskan, kendaraan dirancang untuk mendeteksi apabila terdapat gangguan pada sistem pendinginan, termasuk ketika terjadi kebocoran coolant. Jaecoo J5 EV "Apabila sistem mendeteksi adanya kebocoran coolant atau mendeteksi bahwa sistem pendinginan tidak bekerja sebagaimana mestinya, kendaraan akan secara otomatis mengaktifkan sistem perlindungan," kata Ilham. Salah satu bentuk perlindungan yang dilakukan adalah dengan membatasi performa kendaraan. Kondisi ini diduga menjadi alasan munculnya indikator kura-kura pada unit J5 EV milik konsumen tersebut. "Sistem akan membatasi performa kendaraan untuk mencegah temperatur baterai meningkat secara berlebihan, sehingga keamanan baterai tetap terjaga," ujarnya.