PT Pertamina Patra Niaga buka suara terkait barcode BBM subsidi yang dilaporkan hilang secara tiba-tiba dari aplikasi MyPertamina maupun situs Subsidi Tepat. Perusahaan menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan proses validasi ulang dan pembersihan data kendaraan yang sedang dilakukan untuk memastikan penyaluran Pertalite dan Biosolar lebih tepat sasaran. Ilustrasi mobil diesel mengisi Biosolar di SPBU Pertamina Director of Regional Marketing PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Eko Ricky Susanto mengatakan, Pertamina saat ini melakukan perbaikan sistem registrasi pengguna dan validasi kendaraan yang terdaftar dalam program Subsidi Tepat MyPertamina. “Selain melakukan pembinaan terhadap lembaga penyalur, kami juga melakukan perbaikan dari sistem dan registrasi pengguna atau validasi terhadap kendaraan yang ada di sistem Subsidi Tepat MyPertamina,” ujar Eko, dikutip dari Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII yang disiarkan Youtube DPR RI, Selasa (22/7/2026). Pertamina Sedang Bersihkan Data Kendaraan Eko mengungkapkan, sejak program Subsidi Tepat MyPertamina diimplementasikan, Pertamina telah melakukan cleansing atau pembersihan data terhadap sekitar 1,5 juta kendaraan. Proses tersebut mencakup perbaikan data, perubahan identitas kendaraan, hingga validasi ulang agar data yang tersimpan sesuai dengan kondisi sebenarnya. SPBU Sikumana Kota Kupang, NTT BBM jenis Pertalite tidak tersedia alias kosong sejak Minggu (19/7/2026) siang Menurut Eko, langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi, khususnya pada kendaraan roda empat dan kendaraan angkutan yang menggunakan Biosolar maupun BBM jenis gasoline, lebih tepat sasaran. “Kami sudah melakukan upaya-upaya untuk perbaikan. Ini juga menindaklanjuti arahan dan rekomendasi Irjen Kemenkeu maupun BPK untuk melakukan validasi atas data kendaraan yang sudah ada di dalam Subsidi Tepat MyPertamina,” katanya. Cara memunculkan kode barcode Pertamina untuk beli Pertalite di aplikasi MyPertamina. Cara memunculkan kode barcode Pertalite di aplikasi MyPertamina. Lebih dari 307.000 Kendaraan Sudah Diblokir Selain pembersihan data, Pertamina juga melakukan pemblokiran terhadap kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan BBM subsidi. Sejak 2023, Pertamina mencatat sudah ada hampir 307.000 kendaraan yang diblokir dari sistem Subsidi Tepat. “Setiap ada temuan di lapangan, hasil pengawasan yang dilakukan BPH Migas, aparat, maupun pengawasan internal kami di lembaga penyalur, kami melakukan blokir terhadap data yang dianggap fraud (curang) dan terbukti menyalahgunakan BBM PSO,” ujar Eko. Ilustrasi barcode Pertamina untuk beli Biosolar. Cara daftar barcode Biosolar Pertamina. Daftar barcode Pertamina Biosolar online. Ia menegaskan, pemblokiran tersebut akan terus berlanjut seiring proses pengawasan dan evaluasi data kendaraan. Sebelumnya, keluhan mengenai barcode BBM subsidi yang tiba-tiba hilang belakangan ramai dibicarakan masyarakat. Banyak pengguna yang sebelumnya sudah terdaftar dalam program Subsidi Tepat MyPertamina, kini harus mengulang proses pendaftaran. Ilustrasi SPBU Pertamina, harga BBM Pertamina terbaru, harga BBM hari ini. Hal ini dilakukan karena barcode untuk membeli Pertalite atau Biosolar mendadak tidak bisa digunakan atau bahkan menghilang dari aplikasi maupun situs resmi. Kondisi ini menimbulkan kebingungan, terutama bagi pengguna yang bergantung pada BBM subsidi untuk aktivitas harian. Fenomena serupa juga dilaporkan terjadi pada banyak pengguna lain dalam beberapa waktu terakhir.