Jaecoo Indonesia masih menahan langkah membawa seluruh lini kendaraan elektrifikasi ke pasar domestik. Pabrikan ini memilih memantau perkembangan tren kendaraan listrik dan hybrid sebelum memutuskan meluncurkan produk baru. Head of Product Jaecoo Indonesia Ryan Ferdiean Tirto mengatakan, pasar kendaraan listrik berbasis baterai (EV) di Indonesia saat ini masih berada pada fase awal. Kondisi tersebut membuat Jaecoo tidak ingin terburu-buru dalam memperluas lini produk elektrifikasi, termasuk model J5 Super Hybrid System (SHS), yang sudah lebih dulu meluncur di global. "Saat ini EV masih kombinasinya cukup besar di Indonesia sendiri. Jadi saat ini kita tetap akan melihat potensi pasar untuk hybrid tapi kita juga tidak mau buru-buru untuk langsung mengeluarkan semuanya," kata Ryan, saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2026). Jaecoo J5 EV Ia menjelaskan, secara global Jaecoo sudah memiliki produk elektrifikasi, termasuk model hybrid dan EV yang dipasarkan di China. Namun, untuk pasar Indonesia, keputusan peluncuran akan disesuaikan dengan kesiapan dan kebutuhan pasar. Hal senada disampaikan Head of Marketing Jaecoo Indonesia M. Ilham Pratama. Menurutnya, pasar otomotif nasional masih sangat dinamis, sehingga arah tren elektrifikasi masih terus dianalisis. Saat ditanya kemungkinan peluncuran model hybrid tahun ini, Ilham menyebut Jaecoo masih menunggu sinyal kebutuhan pasar. "Belum tau. Kita melihat market di Indonesia masih sangat dinamis, trennya masih bisa berubah-ubah kita masih analisa dulu. Kalau memang dibutuhkan tahun ini secara market minta untuk hybrid ya tetap kita akan bawa," kata Ilham. Jaecoo J5 EV Dengan pendekatan tersebut, Jaecoo menegaskan strategi mereka tidak hanya berfokus pada ketersediaan produk global, tetapi juga mempertimbangkan momentum dan permintaan pasar di Indonesia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang