Ilustrasi mobil menerjang genangan air (aquaplaning) Mulai dari mobil mogok setelah menerobos banjir, ban bocor akibat lubang yang tak terlihat, hingga gangguan kelistrikan karena aki melemah, semua bisa terjadi tanpa diduga. GULIR UNTUK LANJUT BACA Agar risiko tersebut bisa diminimalkan, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan pemilik mobil.Pertama, hindari menerobos genangan air yang kedalamannya tidak diketahui. Air yang masuk ke ruang mesin berpotensi merusak sistem pengapian, sensor, hingga modul elektronik. Jika mobil tiba-tiba mati setelah melintasi genangan, jangan dipaksakan untuk distarter berulang kali.Tindakan itu justru dapat memperparah kerusakan, terutama jika terjadi water hammer. Langkah paling aman adalah memanggil layanan derek untuk mengevakuasi kendaraan ke tempat yang lebih aman atau bengkel terdekat.Kedua, periksa kondisi ban secara berkala. Saat hujan, lubang jalan kerap tertutup air dan sulit terlihat. Hantaman keras dapat menyebabkan ban bocor atau bahkan merusak pelek. Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan dan kondisi tapak ban masih tebal agar daya cengkeram tetap optimal di jalan basah.Ketiga, perhatikan kondisi aki. Penggunaan wiper, lampu utama, lampu kabut, hingga AC secara terus-menerus saat hujan membuat beban kelistrikan meningkat. Jika aki sudah melemah, risiko mobil sulit distarter akan semakin besar. Pemeriksaan tegangan aki secara rutin dapat mencegah kejadian mogok mendadak di tengah kemacetan.Keempat, pastikan bahan bakar dalam kondisi cukup, terutama saat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat. Kemacetan akibat banjir sering kali membuat konsumsi BBM meningkat karena kendaraan lebih lama menyala dalam kondisi diam.Untuk mengantisipasi kondisi darurat, sejumlah penyedia layanan menghadirkan bantuan 24 jam. Salah satunya adalah Garasi.id yang menyediakan layanan Asisten Darurat. Program ini berlaku hingga 12 bulan dan mencakup berbagai bantuan langsung di lokasi untuk seluruh mobil penumpang non-komersial, mulai dari derek kendaraan, jumper aki, penggantian ban, pengantaran bahan bakar, hingga bantuan ketika kunci tertinggal di dalam mobil.CEO Garasi.id, Ardyanto Alam, menyebut kesiapan menghadapi kondisi darurat menjadi kunci saat musim hujan.“Musim hujan bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga kesiapan menghadapi kondisi darurat. Banyak kasus kerusakan mobil sebenarnya bisa diminimalkan jika ditangani dengan cepat dan tepat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa 17 Februari 2026. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Sebagai informasi, layanan Asisten Darurat ini juga ditawarkan sebagai solusi proteksi tahunan bagi pemilik mobil yang ingin lebih tenang saat berkendara di tengah cuaca ekstrem. Dengan cakupan bantuan langsung di lokasi dan masa perlindungan hingga satu tahun, program ini diklaim dapat membantu meminimalkan risiko kerusakan lanjutan sekaligus menekan potensi biaya tak terduga.Pada akhirnya, disiplin melakukan pengecekan kendaraan sebelum bepergian tetap menjadi langkah utama. Dengan persiapan yang matang dan dukungan layanan darurat yang siaga, risiko kerusakan dan gangguan di jalan saat musim hujan dapat ditekan seminimal mungkin.