VinFast E-Motorcycle Indonesia resmi memperkenalkan lini motor listriknya untuk pasar Tanah Air. Pada tahap awal, pabrikan asal Vietnam ini meluncurkan tiga model sekaligus, yakni Evo, Feliz II, dan Viper. Meski begitu, VinFast sudah memetakan strategi produk dan harga jangka panjang, termasuk menyiapkan model di segmen premium. Sinyal mengenai rencana ekspansi lini produk tersebut sempat dibocorkan langsung oleh CEO VinFast E-Motorcycle Indonesia, Yordan Satriadi, saat memberikan sambutan di Jakarta, Sabtu (18/7/2026). Strategi produk dan harga VinFast E-Motorcycle di Indonesia "Tidak hanya itu, ada sedikit clue ya. Kita akan menghadirkan juga tipe-tipe lain. Harap ditunggu ya," ujar Yordan, Sabtu (18/7/2026). Dari Upper Middle Hingga Premium Dalam paparan strategi produk dan harga VinFast untuk pasar Indonesia, segmen middle diisi oleh VinFast Evo dan Feliz II, sementara segmen upper middle sudah diisi oleh Viper. Menariknya, pada segmen upper middle tersebut masih terdapat slot untuk beberapa model lain yang siap menyusul. Jika melihat peta lini produk globalnya, muncul spekulasi model seperti Theon S yang dibekali dinamo mid-drive, Viper versi pembaruan, hingga model yang diduga bernama Kinet. VinFast Theon S Meski begitu, pihak VinFast sendiri belum mengonfirmasi secara resmi model mana yang dipastikan bakal masuk ke Tanah Air. Tak berhenti di situ, pada kasta tertinggi alias segmen premium, VinFast mengonfirmasi bakal menyiapkan dua model baru. Istimewanya, dua calon motor listrik premium ini digadang-gadang merupakan model yang benar-benar baru dan bahkan belum pernah diluncurkan di negara asalnya, Vietnam. Bahkan gambar patennya pun sudah tersebar di negara asalnya. Strategi Bertahap Agar Konsumen Tak Bingung Alasan VinFast tidak langsung menggelontorkan seluruh lini produknya ke pasar Indonesia adalah bagian dari strategi pengenalan merek secara bertahap. VinFast ingin memberikan kesempatan kepada konsumen di Indonesia untuk mengenal dan merasakan performa dari tiga produk pertamanya terlebih dahulu. Yordan menjelaskan bahwa menyodorkan terlalu banyak pilihan model di awal fase penetrasi pasar justru berpotensi membuat calon konsumen merasa kebingungan. "Biar konsumen itu lebih bisa merasakan yang pertama kali kita kasih dulu. Kalau dikasih terlalu banyak juga nanti kan bisa melihat, 'Wah ini terlalu banyak pilihan.' Biasanya orang akan bingung buat nanti memilihnya seperti apa," kata Yordan. Mengenai kepastian nama model maupun tanggal pasti peluncurannya di segmen upper middle dan premium, pihak VinFast masih enggan membeberkan secara detail dan meminta masyarakat untuk bersabar menunggu kejutan berikutnya.