Perkembangan pembangunan pabrik BYD di Indonesia terus menunjukkan kemajuan. BYD juga memastikan proses menuju operasional berjalan sesuai rencana, seiring dengan pemenuhan berbagai aspek administratif dan teknis yang dibutuhkan untuk memulai produksi kendaraan secara lokal. Berada di tengah antusiasme pasar kendaraan listrik nasional, kesiapan fasilitas manufaktur menjadi salah satu kunci penting. BYD menegaskan bahwa tahapan yang dilalui saat ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari proses krusial sebelum masuk ke fase produksi massal yang berkelanjutan. Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, mengatakan, perkembangan pabrik BYD sementara cukup berjalan baik. BYD sudah mendapatkan tiga sertifikasi penting untuk beroperasi. Pabrik BYD di Zhengzhou, China "Sertifikat standar, kemudian WMI itu untuk menanda pengenal dari NIK kendaraan dan ada sertifikasi IKD," ujar Luther, kepada wartawan, saat ditemui di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Kamis (5/2/2026). "Artinya, fasilitas ini sudah sangat siap untuk memproduksi kendaraan nasional. Namun, dalam proses penyelesaian manufaktur itu ada proses lainnya menuju mass production," kata Luther. Luther menambahkan, saat ini pabrik BYD masih di fase tersebut. Dia berharap dalam waktu dekat bisa menginformasikan pabrik sudah beroperasi dengan baik. Pabrik BYD di Zhengzhou, China "Pada saat ini kita belum bisa menentukan (target produksi). Namun, secara idealnya kami pasti akan memfokuskan produk-produk yang secara volume itu mampu menyerap volume yang cukup tinggi," ujar Luther. "Kedua, memang secara pengaturan produksi itu juga ada pengaturan tertentu. Nah, nanti bagian dari manufaktur yang mungkin akan lebih bisa memberi jelaskan secara komprehensif, secara strategi produksinya," kata Luther. Dengan tahapan tersebut, BYD menegaskan komitmennya untuk membangun basis produksi yang matang sebelum masuk ke fase produksi massal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang