Komitmen industri otomotif terhadap praktik berkelanjutan kembali mendapat sorotan. Kali ini datang dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang berhasil meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas dan Hijau tahun 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Capaian ini tidak hanya diraih oleh fasilitas produksi TMMIN di Karawang, Jawa Barat, dan Sunter, Jakarta, tetapi juga diikuti dengan penghargaan predikat Green Leadership Utama CEO yang disematkan kepada Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto. Di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya tuntutan terhadap praktik industri yang lebih bertanggung jawab, TMMIN terus memperkuat perannya melalui penerapan prinsip industri hijau. Tahun ini, perusahaan mengusung program KIJANGKU (Konservasi Hijau Selamatkan Lingkunganku) sebagai bagian dari strategi keberlanjutan. Dalam ajang PROPER 2026, TMMIN Karawang Plant 1 dan 2 berhasil meraih PROPER Emas, yang merupakan peringkat tertinggi. Capaian ini melanjutkan tren positif pada tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu, TMMIN Karawang 3 serta fasilitas di Sunter memperoleh PROPER Hijau. Penghargaan tersebut juga mencerminkan peran kepemimpinan perusahaan dalam menjadikan aspek lingkungan sebagai prioritas strategis. Pada tahun ini, TMMIN turut meraih predikat Green Leadership Utama CEO yang diberikan kepada Nandi Julyanto atas inisiatif, visi, serta keputusan strategis yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Green Leadership sendiri menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian PROPER. 2024, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara resmi memasukkan kriteria tersebut dalam sistem penilaian. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya dinilai dari sisi teknis pengelolaan lingkungan, tetapi juga dari kepemimpinan yang mampu mendorong transformasi keberlanjutan secara strategis. “Terima kasih, penghargaan ini penyemangat bagi kami untuk terus-menerus menerapkan standar lingkungan di seluruh fasilitas perusahaan kami, sehingga kami bisa berkontribusi dalam target nasional terkait dengan lingkungan dan perubahan iklim” kata Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026). Pada tahun ini, TMMIN mengajukan program KIJANGKU dalam PROPER. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam konservasi alam, efisiensi energi, serta pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan Life Cycle Assessment (LCA), TMMIN Karawang Plant 1 dan 2 mengidentifikasi serta mengurangi emisi dalam proses manufaktur. Upaya ini diperkuat lewat program Eko-Inovasi Smart Transforming Chiller System yang meningkatkan efisiensi energi, khususnya pada unit pengecatan sebagai salah satu titik konsumsi energi terbesar. Inisiatif ini juga diperluas hingga ke luar area pabrik melalui program KIJANGKU. Program tersebut difokuskan untuk menjawab persoalan abrasi di wilayah pesisir Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang. Bersama masyarakat setempat, TMMIN melakukan rehabilitasi mangrove, memanfaatkan limbah ban bekas menjadi alat pemecah ombak, serta mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis solusi alam. Hingga saat ini, program tersebut telah membentuk area konservasi mangrove seluas 14,96 hektar dengan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 98,6 persen. Selain itu, program ini juga melindungi 4,3 hektar tambak ikan, 27 hektar sawah, serta memberikan manfaat bagi 76 keluarga pesisir. Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, mengatakan bahwa penghargaan PROPER Emas dan Hijau serta predikat Green Leadership Utama CEO merupakan bentuk apresiasi atas upaya perusahaan dalam menerapkan pengelolaan lingkungan yang tepat. Menurut dia, TMMIN tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi dan strategi berkelanjutan, tetapi juga memastikan operasional tetap efisien tanpa mengorbankan kualitas lingkungan, termasuk pada rantai pasok. “Penghargaan PROPER 2026 adalah bukti nyata bahwa produksi berkualitas tinggi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. TMMIN mendukung Indonesia Emas 2045 melalui mobilitas hijau. Inisiatif strategis ini selaras dengan visi global Toyota dan agenda nasional Indonesia menuju ekonomi rendah karbon, termasuk melalui kerja sama dengan pemasok lokal untuk mewujudkan rantai pasok yang ramah lingkungan,” kata Bob Azam. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang