PT Toyota Astra Motor (TAM) anak perusahaan Astra International bersama Rekosistem menghadirkan Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah anorganik yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat penerapan ekonomi sirkular. Fasilitas yang berlokasi di kawasan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, tersebut diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam rangkaian Jakarta Eco Future Festival. Kehadiran Waste Station menjadi bagian dari komitmen Toyota dalam mendukung target net zero carbon emission, sekaligus memperkuat program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah, mengumpulkan, dan mendaur ulang sampah. PT Toyota Astra Motor (TAM) bersama Rekosistem menghadirkan Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah anorganik yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat penerapan ekonomi sirkular. Fasilitas ini juga melanjutkan kolaborasi Toyota dan Rekosistem yang sebelumnya telah diwujudkan melalui Waste Station di Golf Island Pantai Indah Kapuk serta Mall of Indonesia. President Director TAM Takuya Yokohama mengatakan, Waste Station tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah anorganik, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat mulai terbiasa memilah sampah sejak dari sumbernya. "Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Rekosistem, Toyota ingin terus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujar Takuya dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026). Dorong Partisipasi Masyarakat Melalui program Toyota Berbagi, perusahaan secara konsisten menjalankan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan yang berorientasi pada keberlanjutan. Waste Station menjadi salah satu implementasinya dengan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pengelolaan sampah anorganik, mulai dari proses pemilahan hingga daur ulang secara lebih terstruktur. PT Toyota Astra Motor (TAM) bersama Rekosistem menghadirkan Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah anorganik yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat penerapan ekonomi sirkular. Program tersebut juga selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mendorong pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat sejak tingkat rumah tangga. Toyota berharap kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi yang lebih efektif dalam mengurangi timbunan sampah perkotaan. Sustainability Living Lab Pertama Selain berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah anorganik, Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta juga dirancang sebagai Sustainability Living Lab pertama. Konsep tersebut memungkinkan masyarakat tidak hanya membuang sampah yang dapat didaur ulang, tetapi juga mempelajari proses ekonomi sirkular, mulai dari pentingnya memilah sampah hingga bagaimana limbah anorganik dapat kembali memiliki nilai guna. PT Toyota Astra Motor (TAM) bersama Rekosistem menghadirkan Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah anorganik yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat penerapan ekonomi sirkular. Dengan potensi sekitar 10.000 pengunjung setiap hari di kawasan Balai Kota DKI Jakarta, fasilitas ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus membangun kebiasaan mengelola sampah secara bertanggung jawab. Vice President Director TAM Jap Ernando Demily mengatakan, keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat. Menurut dia, Waste Station Balai Kota DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sampah yang mudah diakses masyarakat sekaligus mendorong terciptanya sistem yang lebih berkelanjutan di Jakarta maupun daerah lain di Indonesia.