Ilustrasi mobil menerjang genangan air (aquaplaning) Memasuki musim hujan, risiko kendaraan bermasalah di jalan meningkat drastis. Data internal Garasi.id mencatat lonjakan hingga 40 persen pada permintaan layanan darurat seperti derek dan jumper aki di bulan-bulan awal musim hujan dibanding periode kering sebelumnya. Cuaca ekstrem, genangan air, hingga jalan berlubang menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi. Air yang masuk ke ruang mesin atau sistem kelistrikan kerap membuat kendaraan mogok mendadak di tengah jalan. Kondisi seperti ini sering kali menimbulkan kepanikan, apalagi saat hujan deras atau malam hari.Menurut Ardyanto Alam, CEO Garasi.id, banyak kasus kendaraan mati total disebabkan oleh air yang masuk ke area vital mobil. “Cuaca buruk tidak bisa dihindari, tapi kepanikan bisa dikurangi kalau pengendara tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis 13 November 2025. 1. Hindari genangan melebihi setengah tinggi banBatas aman mobil melewati genangan air umumnya tidak lebih dari setengah tinggi ban. Jika melebihi itu, air bisa masuk ke saluran udara atau sistem kelistrikan dan menyebabkan kerusakan berat seperti water hammer atau korsleting. Jika ragu dengan kedalaman air, sebaiknya tunggu kendaraan lain melintas lebih dulu. Untuk mobil dengan ground clearance rendah seperti sedan atau city car, risiko kerusakan jauh lebih besar, sehingga memilih jalan alternatif menjadi keputusan terbaik. 2. Gunakan gigi rendah dan jaga kecepatan stabil Jika tak bisa menghindari genangan, gunakan gigi rendah (gigi 1 atau mode L pada transmisi otomatis) dan pertahankan kecepatan stabil tanpa berhenti di tengah air. Setelah berhasil melewati, uji rem secara perlahan untuk memastikan daya cengkeramnya kembali normal.3. Waspadai komponen vitalBeberapa bagian mobil sangat rentan rusak saat terendam air, seperti filter udara, ruang bakar, alternator, kabel kelistrikan, ECU, hingga sistem rem. Pemeriksaan menyeluruh setelah melewati genangan sebaiknya dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.4. Siapkan perlengkapan daruratPengemudi disarankan selalu menyimpan nomor layanan darurat di ponsel. Pastikan juga kondisi ban masih memiliki alur yang cukup dalam agar tidak mudah tergelincir. Segitiga pengaman, jas hujan, serta lampu senter sebaiknya selalu tersedia di mobil.Selain itu, wiper dan lampu utama perlu diperiksa secara berkala agar visibilitas tetap terjaga saat hujan deras atau kabut tebal.Musim hujan memang menuntut kewaspadaan ekstra. Namun, dengan persiapan yang baik dan memahami batas kemampuan kendaraan, pengemudi bisa tetap aman dan tenang menghadapi jalanan basah tanpa perlu panik di tengah genangan.