Penjualan Tesla di pasar China kembali mengalami tekanan. Sepanjang Agustus 2026, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat tersebut membukukan penjualan ritel 50.047 unit, turun 12,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut menjadi yang ketiga secara berturut-turut secara tahunan. Capaian Agustus tahun ini juga menjadi yang terendah bagi Tesla di China untuk periode bulan yang sama sejak 2022. Dilansir dari CarNewsChina, data China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan Tesla menjual 57.152 unit pada Agustus 2025. Meski turun secara tahunan, penjualan Agustus 2026 meningkat 83,7 persen dibandingkan Juli yang hanya mencapai 27.249 unit. Secara kumulatif, Tesla telah menjual 316.251 kendaraan di China sepanjang Januari-Agustus 2026. Jumlah tersebut turun 12,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pangsa Tesla di pasar battery electric vehicle (BEV) China juga menyusut. Pada Agustus 2026, Tesla menguasai sekitar 7,2 persen pasar BEV China, turun dari 8,3 persen pada periode yang sama tahun lalu. Namun, angkanya membaik dibandingkan Juli 2026 yang hanya 4,2 persen. Pada saat bersamaan, pasar BEV China secara keseluruhan masih tumbuh. Penjualan ritel mobil listrik berbasis baterai mencapai sekitar 698.000 unit pada Agustus, naik sekitar 1,7 persen secara tahunan. Modifikasi Tesla Cybertruck, Mansory Elongation Ekspor Justru Melonjak Berbanding terbalik dengan penjualan domestik, ekspor kendaraan Tesla dari pabrik Shanghai justru tumbuh signifikan. Tesla mengekspor 36.119 kendaraan dari Shanghai pada Agustus 2026, meningkat 38,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut sekaligus menjadi kenaikan ekspor secara tahunan selama delapan bulan berturut-turut. Namun, dibandingkan Juli 2026, ekspor Tesla turun 45,6 persen. Pada bulan sebelumnya, Tesla mencatat rekor ekspor sebanyak 66.330 kendaraan. Secara kumulatif, pabrik Tesla Shanghai telah mengekspor 331.443 kendaraan sepanjang Januari-Agustus 2026. Angka tersebut melonjak 114,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Menariknya, jumlah kendaraan yang diekspor sudah lebih besar dibandingkan penjualan Tesla di pasar China yang mencapai 316.251 unit pada periode yang sama. Jika tren tersebut bertahan hingga akhir tahun, 2026 berpotensi menjadi tahun pertama pabrik Tesla Shanghai mengekspor lebih banyak kendaraan dibandingkan yang dijual di pasar domestik China. Porsi ekspor kini mencapai sekitar 51,2 persen dari total wholesales pabrik Shanghai sepanjang Januari-Agustus 2026. Sebagai perbandingan, setahun sebelumnya kontribusi ekspor hanya sekitar 29,9 persen. Secara keseluruhan, wholesales Tesla China yang mencakup penjualan domestik dan ekspor mencapai 86.166 unit pada Agustus 2026, naik 3,6 persen secara tahunan tetapi turun 7,9 persen dibandingkan Juli. Sepanjang delapan bulan pertama 2026, wholesales Tesla mencapai 647.694 kendaraan, meningkat 25,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.