Infrastruktur pengisian daya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenyamanan penggunaan motor listrik. Bagi pengendara yang menggunakan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari, pengisian daya di rumah mungkin sudah mencukupi. Namun, kebutuhan berbeda muncul ketika mereka harus menempuh perjalanan jauh atau mengunjungi tempat wisata. Ketersediaan fasilitas pengisian daya di luar rumah menjadi penting agar pengguna motor listrik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih leluasa. Jika lokasi pengisian masih terbatas, pengendara perlu memperhitungkan jarak tempuh, sisa baterai, dan kemungkinan mengisi daya sebelum mencapai tujuan. Rahman, pemilik motor listrik Alva N3 Next Gen yang telah menggunakannya sejak Mei 2026, menilai fasilitas pengisian daya untuk motor listrik masih belum tersedia secara merata. Stasiun pengisian daya motor listrik Alva "Infrastruktur masih belum rata, terutama dari pihak listrik negara yang belum memberikan fasilitas charging station motor dengan rata," kata Rahman kepada Kompas.com, belum lama ini. "Alva sendiri sudah ke minimarket tapi perusahan listrik negara pun belum ada gerakan, masih berbasis colokan biasa dan tidak fast charging," katanya. Rahman yang sebelumnya memakai motor listrik Smoot Tempur dari 2022-2024 mengatakan, mayoritas SPKLU motor listrik baru ada di kantor PLN. "Saya harapkan charging motor listrik itu tidak harus di kantor listrik negara, namun bisa di pinggir jalan atau tiang listrik, seperti waktu itu saya pernah liat di Solo," ujarnya. Menurut Rahman, perluasan lokasi pengisian daya dapat membantu pengguna menemukan fasilitas yang lebih dekat dengan tujuan perjalanan. Dengan begitu, pengendara tidak hanya bergantung pada pengisian daya di rumah atau lokasi tertentu. Alva luncurkan SPKLU motor listrik bernama Boost Charge Station Perjalanan jauh Secara umum keterbatasan jaringan pengisian daya juga dirasakan Abdullah, pemilik Dolland Motor Electric, bengkel spesialis motor listrik di Bekasi, jawa Barat. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi pertimbangan bagi pengguna yang ingin melakukan perjalanan bersama rombongan atau mengunjungi tempat wisata. "Jaringannya masih belum luas, sehingga penggunaannya masih terbatas jika ingin melakukan touring bersama rombongan atau bepergian ke tempat-tempat wisata," katanya. "Pasalnya, fasilitas pengisian daya di tempat wisata juga belum tersedia secara merata dan masih jarang ditemukan,:" katanya. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur pengisian daya tidak hanya berkaitan dengan jumlah fasilitas, tetapi juga persebaran lokasinya. Perbandingan Gesits G1 vs ALVA N3 Fasilitas yang tersedia di pusat kota, misalnya, belum tentu membantu pengendara yang melakukan perjalanan ke daerah wisata atau melewati jalur antarkota. Untuk perjalanan jarak jauh, pengguna perlu mengetahui lokasi pengisian daya yang bisa dijangkau sepanjang rute. Pengendara juga perlu memperhitungkan jarak tempuh aktual kendaraan dan menyisakan daya baterai untuk mengantisipasi perubahan rute atau kondisi perjalanan. Tagihan listrik Selain ketersediaan fasilitas pengisian daya di ruang publik, biaya listrik untuk mengisi baterai juga menjadi perhatian sebagian calon pengguna. Ilustrasi meteran listrik, tarif pasang listrik baru. Biaya penyambungan listrik Oktober 2026. Tarif pemasangan listrik baru. Tarif pasang baru listrik. Hendro Sutono, pegiat kendaraan listrik sekaligus Admin KOSMIK Indonesia, menilai persoalan teknis pasokan listrik rumah tangga bukan kendala utama. "Sisi teknis pasokan listrik sebenarnya tidak menjadi masalah utama, terlebih dengan hadirnya berbagai program kemudahan penambahan daya rumah tangga dari PLN," ujarnya. "Kendala terbesar justru terletak pada faktor psikologis dan persepsi masyarakat, yaitu kekhawatiran berlebih bahwa tagihan listrik bulanan akan melonjak tajam," katanya. Menurut Hendro, penggunaan motor listrik perlu dilihat bersama dengan pengeluaran yang sebelumnya digunakan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM). "Secara faktual, peningkatkan tagihan listrik tersebut bukanlah biaya tambahan baru, melainkan alokasi ulang (shifting budget) dari anggaran pembelian BBM rutin ke tagihan listrik bulanan," kata Hendro.