Ketersediaan bengkel menjadi salah satu perhatian para pengguna sepeda motor listrik yang tinggal di luar kota besar atau kerap melakukan perjalanan jarak jauh. Berbeda dengan sepeda motor konvensional yang memiliki jaringan bengkel cukup luas hingga daerah, bengkel yang menangani motor listrik masih lebih banyak terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan, sebab ketika terjadi gangguan di perjalanan, pemilik belum tentu dapat menemukan bengkel yang memiliki teknisi dengan kemampuan menangani sistem kelistrikan motor listrik. Abdullah, pemilik Dolland Motor Electric, bengkel spesialis motor listrik di Jakarta, mengatakan, bengkel yang mampu menangani motor listrik sebenarnya sudah tersedia. Namun, jumlahnya masih terbatas. "Ada tapi masih minim," kata Abdul panggilannya kepada Kompas.com, Selasa (6/10/2026). Bengkel Motor Listrik & Sepeda Listrik Bogor (RI EV Maintenance) Mudah Beralih Hendro Sutono, pegiat kendaraan listrik sekaligus Admin KOSMIK Indonesia, percaya bahwa jumlah bengkel spesialis motor listrik bakar terus tumbuh. Alasannya karena motor listrik memiliki konstruksi mekanis yang relatif sederhana ketimbang motor bahan bakar cetus api. "Secara konstruksi mekanis, motor listrik jauh lebih sederhana dibandingkan motor bermesin pembakaran dalam (ICE) karena memiliki komponen bergerak yang jauh lebih sedikit," katanya. "Hal ini membuat transisi teknisi motor konvensional ke motor listrik relatif mudah dipelajari," kata Hendro. Meski demikian, Hendro menilai, motor listrik tetap memiliki sistem yang membutuhkan pengetahuan khusus, terutama terkait komponen kelistrikan dan elektronika. Sistem seperti baterai, battery management system (BMS), motor listrik, controller, hingga sistem pengisian daya memiliki karakteristik yang berbeda dengan sepeda motor konvensional. Bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat Teknisi Mulai Banyak Menurut Hendro, pelan tapi pasti jumlah tenaga ahli mulai bertambah seiring berkembangnya lembaga pelatihan teknis. Pertumbuhan jumlah teknisi tersebut menjadi modal penting agar layanan purnajual motor listrik tidak hanya terpusat di kota-kota besar. "Meskipun bengkel spesialis saat ini masih didominasi wilayah perkotaan, penyebaran tenaga ahli berlangsung cukup pesat. Hal ini didorong oleh hadirnya berbagai lembaga pelatihan teknis," katanya. "Salah satu lembaga pelatihan terkemuka di Yogyakarta, misalnya, mencatat telah meluluskan lebih dari 2.000 teknisi motor listrik tersertifikasi hanya dalam satu tahun pertama beroperasinya," ujarnya.