MotoGP membuka peluang untuk menghadirkan lebih banyak balapan di kota-kota besar dunia setelah memutuskan memindahkan Grand Prix Australia dari Phillip Island ke Adelaide. Direktur Olahraga MotoGP Carlos Ezpeleta menyebut langkah tersebut menjadi kesempatan besar bagi kejuaraan balap motor paling bergengsi itu untuk memperluas jangkauan penonton. Seperti diketahui, MotoGP mengumumkan pemindahan GP Australia ke Adelaide pada awal tahun ini. Keputusan tersebut sempat menuai pro dan kontra, terutama karena Phillip Island dikenal sebagai salah satu sirkuit terbaik dalam kalender MotoGP. Salah satu pihak yang menentang keputusan tersebut adalah mantan juara dunia MotoGP Casey Stoner. Pebalap asal Australia itu menilai Phillip Island memiliki karakter lintasan yang sulit digantikan, selain mempertanyakan aspek keselamatan jika MotoGP digelar di sirkuit jalan raya. Meski begitu, MotoGP memiliki alasan lain di balik pemindahan tersebut. Ajang balap motor itu ingin lebih dekat dengan pusat kota agar lebih mudah dijangkau oleh penonton. Dengan lokasi yang dekat dengan hotel, restoran, serta fasilitas transportasi umum, MotoGP berharap jumlah penonton yang hadir langsung ke sirkuit bisa meningkat. Selain itu, langkah tersebut juga dinilai bisa membuka peluang munculnya penggemar baru sekaligus meningkatkan nilai komersial kejuaraan. motogp Adelaide 2027 Adelaide Jadi Daya Tarik Kota Lain Untuk Jadi Tuan Rumah Carlos Ezpeleta mengatakan, sejak pengumuman MotoGP Adelaide, pihaknya sudah menerima banyak ketertarikan dari berbagai kota di dunia yang ingin menjadi tuan rumah balapan. “Ada ribuan kota, jadi saya tidak bisa berbicara untuk semuanya. Namun, kami sudah dihubungi oleh kota-kota dari seluruh dunia,” ujar Ezpeleta dikutip dari Crash, Selasa (18/8/2026). Menurutnya, proyek Adelaide memberikan gambaran bahwa balapan MotoGP tidak hanya bisa digelar di sirkuit permanen, tetapi juga memiliki peluang untuk hadir di kawasan perkotaan. “Proyek Adelaide membuka peluang besar bagi kota-kota lain secara global. Mereka ingin melihat bagaimana event ini berkembang di Adelaide, tetapi pembicaraan sudah berlangsung,” kata Ezpeleta. Meski demikian, Ezpeleta menegaskan membuat sirkuit perkotaan untuk MotoGP bukan perkara mudah. Ada banyak faktor yang harus diperhatikan, terutama terkait keselamatan pebalap. “Terkadang orang yang tidak memahami detail olahraga ini hanya membaca judul dan berpikir bisa membuat sirkuit di kota mana pun. Padahal tidak seperti itu, karena membutuhkan ruang yang besar,” ujarnya. MotoGP Aragon MotoGP Bakal Pangkas Seri Eropa? Dengan semakin banyak kota yang tertarik menjadi tuan rumah, jumlah balapan MotoGP berpotensi bertambah. Namun, Ezpeleta menyebut kalender MotoGP saat ini yang berisi 22 seri sudah berada di batas maksimal dari sisi logistik.