Sepeda motor listrik menawarkan berbagai kemudahan bagi para penggunanya. Dari segi perawatan rutin, motor berbasis baterai ini tergolong jauh lebih minim dibandingkan motor bermesin bensin (Internal Combustion Engine/ICE). Komponen yang membutuhkan perhatian berkala terbilang terbatas, utamanya berkisar pada kondisi kesehatan baterai, sistem pengereman, hingga sektor kaki-kaki seperti ban. Meski demikian, kesiapan fasilitas aftersales atau purna jual dari pabrikan resmi dipandang belum merata. Keterbatasan jaringan diler dalam menangani masalah teknis membuat sejumlah konsumen harus mencari alternatif penanganan sendiri. Ilustrasi servis motor listrik di diler resmi Alva Bengkel Resmi Belum Merata Pengalaman ini dialami oleh Kiagus Abdul Rofi, pemilik motor listrik Uwinfly T5 lansiran 2022. Setelah tiga tahun pemakaian, ia harus melakukan penggantian baterai. Namun, pihak diler justru mengarahkannya ke teknisi luar. "Itu ganti baterai setelah tiga tahunan. Tapi digantinya juga bukan dengan yang ori. Ganti baterainya aja Rp 2,2 juta, biaya jasa Rp 250.000," ujar Kiagus kepada Kompas.com, belum lama ini. Selain masalah ketersediaan suku cadang orisinal, Kiagus menilai diler resmi saat ini belum sanggup menyelesaikan berbagai masalah kendaraan secara sekaligus di satu tempat. Contoh baterai motor listrik jenis Sealed Lead Acid (SLA) yang mati total. Supaya bisa hidup, harus menggunakan proses slow charge "Saya pernah minta ke diler untuk merapikan motor, semuanya, dari rusak, kunci macet, dan lain-lain. Dari diler enggak bisa ternyata. Jadi harus rapihkan sendiri dengan ke part masing-masing, enggak bisa dilakukan sekaligus di satu tempat," kata dia. Kondisi tersebut ia bandingkan dengan ekosistem purna jual motor bensin. Saat masih menggunakan motor Honda, ia mengaku cukup mendatangi bengkel resmi untuk membereskan seluruh masalah teknis kendaraan di satu tempat. Geliat Bengkel Spesialis Non-Resmi Di sisi lain, belum meratanya layanan purna jual resmi mendorong bertumbuhnya jasa perbaikan independen dan bengkel spesialis motor listrik. Servis Motor Listrik Randy Waluya, pengguna Yadea E8s Pro rakitan 2023, mengungkapkan bahwa saat ini sudah banyak teknisi maupun komunitas yang mampu menangani gangguan pada motor listrik. "Setelah garansi habis, saya belum ke bengkel resmi lagi. Contoh mau ganti kampas rem, saya menghubungi teman di komunitas untuk home service," kata Randy. Kehadiran bengkel spesialis independen yang menyediakan opsi panggilan ke rumah (home service) dirasa sangat membantu, terutama untuk masalah elektrikal ringan hingga menengah. Ilustrasi servis motor listrik di EV Solution. "Waktu itu MCB saya bermasalah. Saya hubungi EV Garage Depok untuk ganti MCB di rumah," ucapnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa ekosistem aftersales motor listrik di luar jaringan resmi mulai terbentuk dan kian mandiri. Bagi pemilik motor listrik yang masa garansinya telah habis, alternatif bengkel spesialis dan teknisi komunitas kini menjadi solusi praktis tanpa harus bergantung sepenuhnya pada fasilitas diler resmi.