Mobil listrik tidak lagi sekadar menawarkan sensasi akselerasi yang spontan. Kenyamanan, kemudahan dikendalikan, hingga bagaimana mobil merespons kondisi jalan juga menjadi bagian penting dalam pengalaman berkendara. Hal tersebut coba saya rasakan ketika mendapat kesempatan jalan bersama Changan Nevo Q05 selama beberapa hari, SUV listrik lima penumpang yang diposisikan sebagai mobil untuk penggunaan harian. Nevo Q05 hadir dengan motor listrik yang menghasilkan tenaga maksimum 120 kW atau sekitar 163 PS dan torsi 190 Nm. Tenaga tersebut disalurkan langsung ke roda melalui sistem penggerak listrik, sehingga karakter akselerasinya terasa berbeda dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal. Changan Nevo Q05 Kabin dan Posisi Mengemudi Dari balik kemudi, pengalaman pertama dimulai dari mencari posisi duduk yang ideal. Sejak masuk ke kabin, kesan yang terasa adalah desain interior modern dengan ruang yang cukup lega. Mencari posisi duduk ideal di Nevo Q05 cukup mudah Kursi pengemudi sudah menggunakan pengaturan elektrik enam arah sehingga posisi duduk bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Setir juga mendukung pengaturan tilt dan telescopic, sehingga jarak antara pengemudi dan kemudi lebih mudah diatur. Mobil juga dibekali fitur welcome function yang membuat sejumlah fungsi kendaraan aktif ketika pengemudi mulai masuk dan menggunakan mobil. Posisi duduk yang cukup tinggi membuat pandangan ke depan terasa luas. Area samping juga relatif mudah dipantau, sedangkan bagian belakang terbantu kamera dan sejumlah fitur pendukung. Changan Nevo Q05 Torsi Begitu perjalanan dimulai, karakter mobil listrik langsung terasa ketika pedal akselerator diinjak. Respons tenaga cukup sigap dan penyalurannya terasa halus. Dengan torsi 190 Nm yang tersedia dari sistem motor listrik, mobil dapat melaju tanpa perlu menginjak pedal terlalu dalam. Karakter ini terasa terutama ketika harus berakselerasi dari posisi diam atau melakukan manuver di lalu lintas perkotaan. Namun, pada awal penggunaan, ada satu hal yang cukup menarik perhatian saya, yakni respons setir yang terasa terlalu sensitif. Saya cukup sering melakukan koreksi arah ketika melaju lurus. Bagi pengemudi yang tangannya cenderung aktif, karakter kemudi seperti ini membuat mobil terasa lebih responsif dari yang dibutuhkan. Changan Nevo Q05 Untungnya, karakter kemudi bisa disesuaikan melalui pengaturan steering style. Respons jadi lebih mudah dikendalikan. Koreksi arah menjadi minim dan karakter kemudinya lebih sesuai untuk saya. Untuk urusan performa, tenaga maksimum 120 kW atau sekitar 163 PS menurut saya sudah mencukupi untuk kebutuhan harian. Beberapa mode berkendara juga tersedia, mulai dari Eco, Comfort, hingga Sport. Mode Sport memberikan respons akselerasi yang lebih agresif, terutama ketika membutuhkan tambahan tenaga saat masuk ke jalan tol. Sementara itu, untuk penggunaan sehari-hari, mode Normal sudah terasa lebih dari cukup. Respons tenaga tetap sigap, tetapi karakter berkendaranya lebih santai dan nyaman. Changan Nevo Q05 Rem dan Suspensi Pedal rem terasa cukup ringan saat diinjak. Bukan berarti tidak nyaman tetapi karakter mobilnya. Saya juga sempat dibuat bingung oleh fitur auto hold. Untuk mengaktifkannya, pedal rem perlu diinjak cukup dalam selama beberapa saat hingga indikator "Auto Hold" berubah menjadi hijau pada panel instrumen. Pada awal penggunaan, saya belum memahami mekanisme tersebut. Ketika pedal rem dilepas, mobil kembali bergerak karena saya mengira fitur auto hold sudah aktif. Setelah mengetahui cara kerjanya, persoalan tersebut tidak lagi muncul dan hanya membutuhkan adaptasi. Karakter suspensi Changan Nevo Q05 cenderung mengutamakan kenyamanan alias cenderung empuk. Ban mobil China, Changan Nevo Q05 Saat melewati permukaan jalan yang kurang rata, bantingan terasa cukup empuk dalam meredam guncangan. Karakter tersebut membuat perjalanan sehari-hari terasa lebih santai. Namun, konsekuensinya terasa ketika mobil diajak menikung atau melakukan manuver secara agresif. Gejala body roll masih terasa ketika bodi menerima perubahan arah secara cepat. Kesimpulan Nevo Q05 dapat dilihat sebagai SUV listrik yang mengutamakan kenyamanan dan kemudahan penggunaan. Tenaga listriknya sudah cukup untuk membuat mobil terasa sigap, sementara suspensi yang empuk membuatnya cocok digunakan menghadapi rutinitas harian di perkotaan. Tak butuh waktu lama pengemudi memahami karakter mobil ini, untuk mendapat rasa nyaman, mudah dikendarai, dan memiliki respons tenaga yang memadai.