Mobil listrik berukuran mungil kini semakin banyak bermunculan di pasar global. Salah satunya adalah Changan Lumin, city car listrik yang menawarkan dimensi kompak untuk mobilitas perkotaan. Untuk mengetahui lebih jauh pengalaman berkendara yang ditawarkan, saya dari redaksi otomotif Kompas.com sempat mencoba mobil ini digunakan sebagai kendaraan harian selama beberapa hari, meliputi kondisi jalan padat, rute pinggiran kota, hingga perjalanan melalui jalan tol. Dari tampilannya, Lumin memang terlihat kecil. Changan Lumin Namun saat saya masuk ke kabin, kesan sempit ternyata tidak sepenuhnya terasa. Posisi duduk pengemudi memang cukup rendah. Meski begitu, ruang kabin terasa lebih lega dari yang dibayangkan apabila melihat dimensinya dari luar. Pengaturan jok masih manual dan hanya bisa digeser maju mundur. Sementara setir bersifat fixed atau tidak dapat diatur tilt maupun telescopic. Changan Lumin Kondisi ini membuat pengemudi dengan tinggi badan di atas 170 cm kemungkinan akan sedikit kesulitan mendapatkan posisi duduk yang benar-benar ergonomis. Seperti kebanyakan mobil listrik, karakter torsi instan langsung terasa saat pedal akselerator diinjak. Begitu pedal gas ditekan sedikit lebih dalam, mobil langsung meluncur tanpa jeda yang berarti. Respons ini membuat Lumin terasa lincah, terutama untuk penggunaan di dalam kota. Head unit serta berbagai tombol pada konsol tengah juga mudah dijangkau dari posisi duduk pengemudi, sehingga pengoperasiannya tidak membutuhkan banyak penyesuaian. Changan Lumin Dari sisi visibilitas, pandangan ke depan dan samping terasa cukup terbuka sehingga memudahkan saat bermanuver di jalan perkotaan. Pandangan ke belakang juga masih tergolong memadai. Namun ada satu catatan saya ketika kondisi hujan. Bagian kaca belakang tidak dilengkapi wiper, sehingga visibilitas berkurang saat hujan turun. Saat melewati jalan berlubang atau bumpy road, karakter suspensi Lumin tidak terasa terlalu keras. Bantingan suspensinya masih terasa, tetapi masih dalam batas wajar sehingga tidak mengganggu kenyamanan berkendara. Menariknya, mobil ini tidak menunjukkan gejala limbung berlebihan atau efek memantul yang sering mengganggu pada mobil kecil. Karakter ini justru memberikan sensasi berkendara yang berbeda dibanding beberapa pesaingnya yang terkadang terasa “melayang”, terutama saat melaju di jalan tol. Secara keseluruhan, Changan Lumin menawarkan pengalaman berkendara yang cukup menyenangkan untuk ukuran city car listrik. Dimensinya memang kecil, tetapi ruang kabinnya terasa lebih lega dari perkiraan. Respons akselerasinya juga khas mobil listrik yang sigap, sementara karakter suspensinya masih cukup nyaman dan stabil. Meski masih memiliki beberapa keterbatasan seperti pengaturan setir yang tidak fleksibel serta absennya wiper belakang, Lumin tetap menarik sebagai kendaraan listrik kompak untuk penggunaan harian di perkotaan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang