Sepeda motor listrik memang bisa dikatakan sebagai teknologi yang relatif baru di masyarakat. Belum banyak pengguna yang paham bagaimana cara tepat mengecas dan memperlakukan baterainya. Padahal, secara pengoperasian, mengendarai motor listrik tidak berbeda jauh dengan motor konvensional. Pengendara hanya perlu sedikit adaptasi dengan akselerasi dan luapan tenaga instan yang dihasilkannya. Namun, urusan pengisian daya dan perawatan baterai masih sering diabaikan. Akibatnya, pemakaian motor listrik menjadi tidak maksimal dan berisiko merusak komponen vital tersebut. Uga, Teknisi Battery Electric Motion Bogor, menjelaskan bahwa setiap jenis baterai motor listrik memiliki karakter dan penanganan yang berbeda. Baterai motor listrik Gesits Raya G, yang jadi salah satu contoh baterai litium. Baterai SLA Rentan Overcharge Menurut Uga, tipe baterai Sealed Lead Acid (SLA) atau baterai model aki memiliki teknologi yang sederhana. Baterai jenis ini belum dilengkapi dengan fitur proteksi otomatis. "SLA, mau enggak mau, habis pakai jangan sampai overcharge. Dia kan tidak ada proteksi, harus lebih sering dicek kalau mau awet sampai dua tahun," kata Uga kepada Kompas.com, Selasa (29/9/2026). Pengisian daya yang terlalu lama pada baterai SLA dapat menyebabkan sel di dalamnya memuai, kembung, hingga rusak permanen. Perlindungan BMS pada Lithium dan LiFePO4 Berbeda dari SLA, baterai berjenis Lithium-ion maupun Lithium Iron Phosphate (LiFePO4) umumnya sudah dibekali modul Battery Management System (BMS). Fitur ini berfungsi memantau arus, tegangan, serta suhu baterai secara otomatis. Kendati demikian, pengguna tetap harus memperhatikan potensi panas berlebih saat proses mengecas. "LiFePO4 atau Lithium-ion sebenarnya tidak perlu terlalu dipikirkan karena sudah ada yang mengatur, yaitu BMS. Cuma tinggal dari cara mengecasnya. Baterai ini rentan panas, kalau terlalu panas nanti bisa kembung, tertekan, dan akhirnya berasap," ujar Uga. Selain itu, Uga menyebut keluhan baterai yang tidak bisa dicas tidak selalu menandakan kerusakan fatal. Sering kali hal tersebut merupakan bentuk proteksi dari sistem BMS. Yadea E8S Pro, salah satu motor listrik dengan baterai SLA "LiFePO4 bisa fast charging dan bisa dibilang paling aman buat orang awam. Kalau lagi enggak bisa dicas, bisa dipancing atau di-jumper arusnya. Bukannya rusak, tapi sistem BMS-nya sedang mengamankan diri," lanjutnya. Oleh karena itu, pemilik motor listrik diimbau untuk lebih peka terhadap kondisi serta suhu baterai saat diisi ulang daya. Dengan memahami karakter jenis baterai yang digunakan serta menerapkan prosedur pengisian yang tepat, usia pakai baterai dapat bertahan lebih lama dan keamanan berkendara dapat terus terjaga.