ECO Driving Mode adalah fitur pada mobil modern yang dirancang untuk membantu pengemudi menghemat konsumsi bahan bakar. Sistem ini bekerja dengan mengatur berbagai komponen kendaraan agar beroperasi lebih efisien, melibatkan electronic contoh unit (ECU), beberapa sensor dan aktuator. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan saat ECO mode diaktifkan, sistem akan membuat mobil tidak menyalurkan tenaga secara agresif. “Sebaliknya, sistem akan menyesuaikan performa agar tenaga tetap cukup, tetapi tidak berlebihan sehingga tak ada bahan bakar terbuang percuma,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Jumat (3/4/2026). Salah satu cara kerja utama fitur ini adalah melalui pengaturan respons pedal gas. Ketika pedal diinjak, bukaan throttle dibuat lebih halus dan bertahap sehingga suplai bahan bakar menjadi lebih terkontrol. “Pada mobil modern, ketika pedal gas diinjak akan menggerakkan motor, berbeda dengan mobil konvensional yang masih digerakkan oleh kabel (by wire),” ucap Imun. Pertamax Green 95 hadir di 170 SPBU Pulau Jawa, dorong energi hijau berbasis bahan baku lokal. Selain itu, ECO mode juga mempengaruhi sistem transmisi, khususnya pada mobil otomatis. Perpindahan gigi dilakukan pada putaran mesin yang lebih rendah untuk menjaga efisiensi konsumsi BBM. Fitur ini juga melibatkan peran ECU atau komputer kendaraan. ECU akan mengatur campuran bahan bakar dan udara agar pembakaran tetap optimal tanpa menghasilkan tenaga berlebihan. “Saat fitur ECO aktif, response tenaga kendaraan akan sedikit berkurang, tak seperti kondisi normal atau sport,” ucap Imun. Ilustrasi ECU mobil Semua sistem ini terinstal dalam berupa software di dalam ECU, sehingga saat mesin bekerja sesuai dengan harapan pengemudi. “ECO mode umumnya terintegrasi dengan fitur lain seperti indikator eco driving dan idling stop. Kombinasi ini membantu pengemudi menjaga gaya berkendara tetap hemat,” ucap Imun. Dari sisi manfaat, penggunaan ECO mode dapat menghemat bahan bakar sekitar 5 hingga 15 persen. Angka ini bergantung pada kondisi jalan dan kebiasaan mengemudi. Arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat kembali macet pada Senin (30/3/2026) Fitur ini paling efektif digunakan saat berkendara di dalam kota, kondisi macet, atau saat melaju dengan kecepatan stabil. Dalam situasi tersebut, kebutuhan tenaga memang tidak terlalu besar. Sebagai kesimpulan, ECO Driving Mode membantu efisiensi BBM dengan mengontrol berbagai aspek kerja kendaraan. Namun, hasil akhirnya tetap sangat dipengaruhi oleh cara pengemudi mengoperasikan mobil. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang