— Banyak pengemudi mobil matik hanya mengandalkan posisi tuas D saat berkendara, tapi jarang menyentuh fitur triptonic atau mode manual. Padahal, fitur ini diciptakan bukan sekadar hiasan, melainkan untuk memberi pengemudi kendali lebih besar terhadap performa mesin, terutama saat menyalip atau melintasi jalan menanjak. Menurut Freddy, Direktur Domo Transmisi, mode manual pada mobil bertransmisi otomatis sah-sah saja digunakan karena memang merupakan bagian dari sistem yang dirancang pabrikan. “Fitur itu dibuat agar pengemudi bisa mengatur perpindahan gigi sesuai kebutuhan, misalnya saat ingin menyalip atau mengejar momentum di tanjakan,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (6/11/2025). Freddy menjelaskan, penggunaan mode triptonic atau paddle shift memberikan sensasi berkendara yang lebih responsif. Saat pengemudi melakukan downshift sebelum menyalip, mesin akan mendapatkan dorongan tenaga tambahan, membuat akselerasi lebih cepat tanpa harus menginjak gas terlalu dalam. Setelah manuver selesai, pengemudi bisa melakukan upshift untuk kembali ke putaran mesin yang lebih efisien. Meski begitu, ia mengingatkan agar penggunaan mode manual tetap disesuaikan dengan kondisi jalan dan kecepatan kendaraan. Jika perpindahan gigi dilakukan terlalu sering atau di putaran mesin yang tidak sesuai, justru bisa membebani transmisi dan memperpendek usia komponen. “Kalau pemindahan giginya terlalu cepat atau terlalu lambat, beban di transmisi dan mesin bisa meningkat. Akibatnya, umur spare part seperti kopling otomatis atau valve body bisa berkurang,” katanya. Freddy menegaskan, fitur triptonic bisa menjadi solusi efektif untuk meningkatkan performa mobil matik, asalkan digunakan dengan pemahaman yang benar. Ia menyarankan pengemudi untuk membiasakan diri membaca putaran mesin (RPM) sebelum mengubah gigi secara manual. “Kalau tahu cara pakainya, fitur ini justru membantu mesin bekerja lebih efisien dan responsif. Jadi jangan ragu pakai mode manual, asal tetap tahu batasnya,” kata Freddy. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.