Engine brake kerap menjadi andalan pengemudi saat melintasi turunan panjang atau kondisi lalu lintas padat. Namun, cara kerja dan karakter engine brake pada mobil manual dan matik ternyata berbeda, sehingga penggunaannya tidak bisa disamakan. Widodo, pemilik bengkel AD Oya, menjelaskan bahwa perbedaan utama terletak pada respons mesin dan cara pengemudi mengontrol perlambatan kendaraan. “Kalau engine brake manual itu lebih ke menurunkan gigi, lebih responsif. Kalau matik itu tergantung fiturnya, tapi secara fungsi sama. Cuma lebih ekstrem manual, kalau matik itu smooth modelnya,” kata Widodo. Pada mobil manual, pengemudi secara aktif menurunkan gigi transmisi untuk menahan laju kendaraan. Cara ini membuat putaran mesin naik dan efek pengereman mesin terasa lebih kuat. “Kalau manual kan terpaksa turun giginya, mesinnya putaran tinggi. Dia akan langsung nahan laju mobil,” ujarnya. Sementara itu, pada mobil matik, kerja engine brake lebih halus karena sistem transmisi sudah dikendalikan komputer. Penurunan gigi terjadi secara otomatis mengikuti kondisi putaran mesin dan bukaan gas. Transmisi otomatis dual clutch pada Ford Ecosport “Kalau matik itu sudah computerize. Tekanan minyaknya turun, ketika RPM turun dia ikut turun sedikit dengan otomatis,” kata Widodo. Karena sifatnya yang lebih halus, engine brake pada mobil matik dinilai tidak sekuat mobil manual. Akibatnya, pengemudi matik cenderung lebih bergantung pada rem kaki. “Kalau matik lebih smooth, lebih mengandalkan rem. Makanya sering loss,” ujarnya. Widodo juga mengingatkan soal penggunaan fitur overdrive (OD) yang masih banyak disalahpahami pengemudi mobil matik. Menurutnya, fitur ini sebaiknya tidak diaktifkan saat membutuhkan engine brake. “Kalau ada fitur OD, overdrive, itu jangan dipasang. Terlalu berisiko,” kata Widodo. Sebagai gantinya, pengemudi matik disarankan menurunkan posisi tuas transmisi secara bertahap. “Sifatnya turun dari D, D3, D2, D1, atau low,” ujarnya. Tombol Overdrive berfungsi mengunci posisi gigi pada mobil matik Langkah tersebut membantu transmisi menahan laju kendaraan tanpa terlalu membebani rem kaki. Meski begitu, Widodo menegaskan bahwa karakter engine brake mobil matik tetap berbeda dengan manual. “Kalau manual bisa langsung nahan karena putaran mesin tinggi. Kalau matik enggak bisa seperti itu,” katanya. Pemahaman cara kerja engine brake sesuai jenis transmisi menjadi penting, terutama saat berkendara di medan menurun. Penggunaan teknik yang tepat tidak hanya meningkatkan kontrol kendaraan, tetapi juga membantu menjaga kinerja rem agar tidak cepat panas dan kehilangan daya cengkeram. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang