Kasus mobil tercebur ke kali di Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (5/5/2026), menjadi contoh nyata bahaya distraksi saat berkendara. Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, pengemudi diduga kehilangan kendali hingga kendaraan masuk ke sungai. “Pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraan, kemudian berbelok ke kanan hingga masuk ke sungai,” ujar Ojo kepada Kompas.com, Selasa (5/5/2026). Ia menambahkan, kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi kurang konsentrasi saat mencari kartu tol. “Diduga kurang konsentrasi. Tangan kanan mencari kartu tol, stir pakai kiri, akhirnya tidak bisa mengendalikan kendaraan,” kata dia. Pegiat keselamatan berkendara, Marcell Kurniawan, menegaskan bahwa distraksi menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan di jalan. Menurut dia, distraksi terbagi menjadi tiga jenis, yakni visual, manual, dan kognitif. Dalam kasus ini, pengemudi diduga mengalami distraksi visual dan manual secara bersamaan. “Distraksi visual terjadi saat mata tidak melihat jalan karena fokus ke arah lain. Distraksi manual saat tangan tidak memegang kemudi dengan optimal,” ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (5/5/2026). Ilustrasi mengemudi Marcell menjelaskan, ketika mata dan tangan teralihkan, tubuh secara refleks akan mengikuti arah pandangan, yang berpotensi membuat kendaraan keluar jalur. “Secara refleks atau tanpa sadar, tangan kiri akan mengikuti arah pandangan mata. Akibatnya, setir bisa melenceng tanpa disadari,” kata dia. Ia menekankan, distraksi sekecil apa pun tetap berbahaya, bahkan pada kecepatan rendah. Dalam kondisi tertentu, kendaraan bisa melaju cukup jauh tanpa kendali hanya dalam hitungan detik. “Pastikan tetap fokus, jangan ada distraksi sedikit pun. Distraksi satu detik saja bisa berbahaya. Misalnya pada kecepatan 40 km per jam, kendaraan bisa melaju sekitar 11 meter per detik. Kalau distraksi tiga detik saja tidak melihat jalan, itu sudah sekitar 33 meter,” ujarnya. Meski dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa dan pengemudi hanya mengalami luka ringan, insiden tersebut menjadi pelajaran bahwa kehilangan fokus sesaat dapat berujung kecelakaan. Pengemudi pun diimbau menyiapkan kebutuhan seperti kartu tol sebelum berkendara agar tetap fokus di jalan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang