Banyak pemilik motor listrik mengira baterai utama menjadi satu-satunya komponen yang perlu diperhatikan saat kendaraan disimpan dalam waktu lama. Padahal, ada komponen lain yang justru berperan penting agar motor tetap bisa dinyalakan, yakni aki atau baterai 12 volt (12V). Jika motor listrik dibiarkan terparkir selama berminggu-minggu tanpa perlakuan yang tepat, aki 12V berpotensi habis karena terus memasok daya ke berbagai sistem elektronik. Akibatnya, motor bisa gagal menyala meski baterai utama masih dalam kondisi penuh. EV and RE Senior Researcher Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ganesha Tri Chandrasa, mengatakan melepas aki atau baterai 12V merupakan langkah penting ketika motor listrik akan disimpan dalam waktu cukup lama. “Sangat penting,” kata Ganesha kepada Kompas.com, belum lama ini. “Sama seperti pada mobil atau motor bensin, aki atau baterai 12V pada motor listrik berfungsi menghidupkan sistem kontrol, komputer/ECU, alarm, sensor, dan BMS utama,” ujarnya. Menurut Ganesha, selama motor tidak digunakan, beberapa sistem elektronik tetap bekerja dalam mode siaga (standby). Kondisi tersebut membuat baterai 12V terus mengalirkan listrik meski kendaraan tidak dioperasikan. “Saat motor ditinggal lama (misalnya lebih dari 2–3 minggu), modul alarm atau standby system akan terus menyedot arus dari baterai 12V,” ujarnya. Efek Ganesha menjelaskan, aki 12V yang habis tidak hanya membuat fitur kelistrikan mati, tetapi juga dapat menyebabkan motor listrik sama sekali tidak bisa dihidupkan.Meski baterai utama masih menyimpan energi penuh, sistem kendaraan tetap membutuhkan pasokan listrik dari aki 12V untuk mengaktifkan rangkaian kontrol dan relay utama. “Jika baterai 12V ini drop atau kosong total, motor tidak akan bisa dinyalakan sama sekali, meskipun baterai utama (daya pendorong) masih penuh. Hal ini karena relay utama tidak mendapat pemicu listrik untuk aktif,” katanya. Ilustrasi baterai motor listrik Karena itu, jika motor listrik diperkirakan tidak akan digunakan lebih dari dua minggu, pemilik disarankan melepas terminal negatif aki 12V.Menurut Ganesha, cara ini dapat memutus aliran listrik ke sistem siaga sehingga aki tidak cepat tekor. Cara Benar Selain memperhatikan aki 12V, kondisi baterai utama juga perlu dijaga selama masa penyimpanan.Menyimpan baterai dalam kondisi terlalu penuh atau terlalu kosong dapat memengaruhi kesehatan sel baterai dalam jangka panjang. Ganesha membagikan beberapa langkah yang dapat dilakukan agar motor listrik tetap dalam kondisi optimal meski lama tidak digunakan. Kapasitas penyimpanan ideal, simpan baterai utama pada level daya 50–60 persen (kondisi paling stabil untuk kimia lithium),” kata Ganesha. “Suhu penyimpanan, letakkan motor atau baterai di tempat yang teduh, kering, dan bersuhu ruangan (20–25 derajat Celsius),” ujarnya. “Sistem 12V, lepas terminal negatif baterai 12V jika motor tidak digunakan lebih dari dua minggu,” ujarnya. Test ride motor listrik Alva N3