Ilustrasi jumper aki mobil Baterai mobil memiliki peran vital dalam sistem kendaraan, mulai dari menyalakan mesin hingga mendukung berbagai fitur elektronik. Sayangnya, banyak pemilik mobil kurang memperhatikan perawatan baterai, sehingga komponen ini sering cepat soak dan harus diganti lebih awal. Ilustrasi pemeriksaan kaki-kaki mobil. Padahal, dengan perawatan yang tepat, umur baterai mobil bisa bertahan lebih lama dari rata-rata 3–5 tahun.Berikut sejumlah langkah penting yang dapat dilakukan untuk menjaga performa dan memperpanjang usia pakai baterai mobil. 1. Hindari Membiarkan Perangkat Listrik Menyala saat Mesin Mati Salah satu penyebab utama baterai cepat habis adalah penggunaan listrik saat mesin tidak menyala. Lampu utama, lampu kabin, audio, hingga charger ponsel akan menguras daya baterai jika dibiarkan aktif. Kebiasaan ini dapat menyebabkan baterai mengalami pengosongan daya berlebihan, yang mempercepat kerusakan sel di dalamnya.Biasakan untuk selalu memastikan semua perangkat listrik dalam kondisi mati sebelum meninggalkan kendaraan.2. Gunakan Mobil Secara RutinMobil yang terlalu lama tidak digunakan berisiko mengalami penurunan daya baterai secara alami. Meski tidak dipakai, baterai tetap kehilangan daya secara perlahan. Jika kondisi ini berlangsung lama, baterai bisa kehilangan kemampuan menyimpan energi.Disarankan untuk menghidupkan dan mengendarai mobil setidaknya 30 menit setiap minggu agar alternator dapat mengisi ulang baterai secara optimal.3. Jaga Kebersihan Terminal BateraiTerminal baterai yang kotor atau berkarat dapat menghambat aliran listrik. Penumpukan kerak putih atau karat membuat baterai bekerja lebih keras untuk menyalurkan daya, yang berdampak pada penurunan performa dan umur pakai.Membersihkan terminal baterai secara berkala menggunakan larutan air dan baking soda, atau cairan khusus pembersih baterai, dapat membantu menjaga koneksi listrik tetap stabil.4. Perhatikan Suhu dan Lokasi ParkirSuhu ekstrem, terutama panas berlebih, dapat mempercepat reaksi kimia di dalam baterai dan menyebabkan cairan menguap lebih cepat. Kondisi ini membuat baterai lebih cepat rusak.Untuk meminimalkan dampaknya, sebaiknya parkir kendaraan di tempat teduh atau di dalam garasi, terutama saat cuaca panas. Perlindungan dari suhu ekstrem dapat membantu memperlambat degradasi baterai.5. Hindari Perjalanan Sangat Pendek Terlalu SeringMengemudi jarak pendek secara terus-menerus tidak memberi cukup waktu bagi alternator untuk mengisi ulang baterai. Akibatnya, baterai tidak pernah terisi penuh dan lama-kelamaan kapasitasnya menurun.Sesekali lakukan perjalanan lebih panjang agar baterai mendapatkan pengisian daya yang optimal.6. Lakukan Pemeriksaan Baterai Secara BerkalaPemeriksaan rutin sangat penting untuk mengetahui kondisi baterai sejak dini. Tegangan baterai yang sehat umumnya berada di kisaran 12,4–12,7 volt saat mesin mati. Pemeriksaan bisa dilakukan sendiri menggunakan multimeter atau melalui bengkel resmi.Dengan pengecekan berkala, potensi kerusakan dapat diketahui lebih awal sebelum menyebabkan kendaraan mogok. VIVA Otomotif: Ilustrasi periksa bagian bawah dan kaki-kaki mobil.Merawat baterai mobil tidak membutuhkan biaya besar atau prosedur rumit. Dengan kebiasaan sederhana seperti mematikan perangkat listrik saat mesin mati, menggunakan mobil secara rutin, menjaga kebersihan terminal, dan memperhatikan suhu parkir, umur baterai bisa diperpanjang secara signifikan.Perawatan yang tepat tidak hanya membuat baterai lebih awet, tetapi juga membantu pemilik mobil terhindar dari masalah mogok mendadak dan biaya penggantian baterai yang tidak perlu.