Baterai menjadi salah satu komponen terpenting pada mobil listrik karena berpengaruh terhadap jarak tempuh, performa, hingga karakter kendaraan. Saat ini, terdapat beberapa jenis kimia baterai yang digunakan pada kendaraan listrik, di antaranya Lithium Iron Phosphate (LFP), Lithium Ferro Manganese Phosphate (LFMP), dan Nickel Manganese Cobalt (NMC). Ketiganya memiliki karakteristik berbeda sehingga penggunaannya juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kendaraan. Komparasi tiga mobil listrik murah di GIIAS 2026 Raihan Wiradibrata, R&D Engineer Gotion, mengatakan, LFP memiliki keunggulan dari sisi daya tahan dan keselamatan. Sementara LFMP dikembangkan dengan karakter yang menyerupai LFP tetapi menawarkan kepadatan energi lebih tinggi. "LFP lebih durable, safe dan siklus baterainya lebih panjang. LFMP mirip seperti LFP cuma energy density-nya lebih tinggi," ujar Raihan kepada Kompas.com belum lama ini. LFP Unggul di Durabilitas, LFMP Lebih Padat Energi Menurut Raihan, LFP cocok digunakan pada kendaraan yang mengutamakan daya tahan baterai. Jenis baterai ini memiliki siklus penggunaan yang lebih panjang sehingga dapat mempertahankan kesehatan baterai dalam waktu lebih lama. Sementara itu, LFMP dapat dikatakan berada di antara LFP dan NMC. Teknologi tersebut mempertahankan sejumlah karakter LFP, tetapi memiliki energy density yang lebih tinggi. NETA X Pakai Baterai LFP Lokal Berkualitas Global. "Untuk penjelasan mudahnya LFMP performanya mendekati NMC tapi durable-nya seperti LFP," kata Raihan. Kepadatan energi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan mobil listrik. Semakin tinggi energy density, semakin banyak energi yang dapat disimpan dalam ukuran dan bobot baterai yang sama. Karena itu, LFMP dapat menjadi pilihan ketika produsen membutuhkan kombinasi antara performa dan daya tahan baterai. Baterai nikel Toyota Meski demikian, performa akhir sebuah baterai tidak hanya ditentukan oleh jenis sel yang digunakan. Gotion menyebut spesifikasi dan desain battery pack juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan produsen mobil atau Original Equipment Manufacturer (OEM). "Kalau performa dan daya baterai pack-nya sendiri yang kita bikin sih tergantung request spesifikasi dan desain dari OEM-nya. Kami bisa mengikuti requirement mereka mau yang gimana. Tapi sama-sama bagus saja, cuma bedanya di kapasitas," ujar Raihan. NMC untuk Mobil Performa Tinggi Berbeda dengan LFP dan LFMP, baterai NMC lebih banyak digunakan pada kendaraan yang membutuhkan performa tinggi. Raihan menjelaskan, NMC memiliki kepadatan energi yang sangat tinggi sehingga dapat menyimpan energi lebih besar dalam ruang yang relatif terbatas. Pabrik baterai VinFast "Untuk NMC itu biasanya dipakai buat mobil high performance karena mempunyai energy density yang sangat tinggi, tetapi siklus baterainya tidak sebanyak LFP dan lebih reaktif," kata dia.