Pembahasan soal keamanan mobil listrik kerap berfokus pada baterai, terutama terkait risiko kebakaran atau saat kendaraan terpapar genangan air. Namun, aspek keselamatan kendaraan listrik sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh komponen tersebut, melainkan juga desain dan teknologi yang digunakan secara keseluruhan. Seiring perkembangan teknologi, mobil listrik modern dirancang dengan sejumlah pendekatan baru yang turut memengaruhi tingkat keamanan dan keandalan saat digunakan di jalan. Mulai dari sistem pengereman hingga distribusi bobot kendaraan, semuanya berkontribusi terhadap karakter berkendara yang berbeda dibanding mobil konvensional. Menurut Mahaendra Gofar, pendiri EV Safe dan pengajar di National Battery Research Institute (NBRI), ada beberapa faktor teknis yang membuat mobil listrik memiliki karakteristik tersendiri dalam hal keselamatan, meski tetap perlu dipahami secara menyeluruh oleh pengguna. “Keamanan EV tidak hanya soal baterai, tapi juga bagaimana desain kendaraan dan sistemnya bekerja, mulai dari pengereman, stabilitas, hingga keandalan komponen,” kata Mahaendra kepada Kompas.com, Kamis (2/4/2026). Salah satu contohnya adalah sistem pengereman regeneratif yang umum digunakan pada mobil listrik. Teknologi ini memungkinkan kendaraan memperlambat laju sambil mengisi ulang baterai, sekaligus memberikan kontrol tambahan, terutama saat melintasi turunan panjang. Namun, karakter pengereman ini juga membutuhkan adaptasi dari pengemudi yang belum terbiasa. Fitur rem regeneratif Aion Y Plus ada di dalam menu ?Driving Settings?, di mana terdapat pilihan Energy Recovery Level: High atau Low. Pilihan High menandakan aktifnya rem regeneratif, sedangkan Low berarti rem regeneratif tidak aktif. Selain itu, posisi baterai di bawah lantai membuat pusat gravitasi kendaraan menjadi lebih rendah. Kondisi ini dapat meningkatkan stabilitas dan mengurangi gejala limbung saat bermanuver. Meski demikian, faktor keselamatan tetap dipengaruhi oleh banyak hal lain, seperti kondisi jalan, ban, serta kemampuan pengemudi itu sendiri. Dari sisi keandalan, mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak dibanding mesin konvensional, sehingga potensi kerusakan mekanis cenderung lebih kecil. Di sisi lain, perlindungan baterai juga telah dirancang dengan standar tertentu agar tahan terhadap kondisi seperti hujan deras maupun genangan air. Ilustrasi mobil listrik melewati banjir Meski demikian, Mahaendra menekankan bahwa pemahaman pengguna tetap menjadi faktor penting. Dengan mengenali karakteristik kendaraan listrik dan cara penggunaannya, risiko yang mungkin timbul dapat dicegah atau dikurangi. Dengan kata lain, teknologi memang berperan, tetapi keselamatan tetap bergantung pada kombinasi antara sistem kendaraan dan perilaku pengemudi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang