Honda Brio Satya di GIIAS 2024 Padahal, LCGC selama ini dikenal sebagai pintu masuk bagi konsumen yang baru pertama kali memiliki mobil. Mayoritas pembelinya berasal dari pengguna sepeda motor yang ingin beralih ke kendaraan roda empat. GULIR UNTUK LANJUT BACA Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, mengatakan bahwa segmen ini memang sangat bergantung pada kekuatan daya beli masyarakat.“LCGC itu market-nya first time buyer. Banyak yang dari roda dua beralih ke mobil pertama mereka. Tapi sekarang terlihat turun karena ada pengetatan pembiayaan dan daya beli juga berkurang,” ujar Billy di Jakarta belum lama ini. Meski tengah melemah, kondisi global justru membuka peluang baru bagi LCGC. Konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai bisa menjadi katalis kebangkitan segmen ini.Pasalnya, efisiensi bahan bakar menjadi salah satu keunggulan utama LCGC. Dengan konsumsi BBM yang bisa mencapai sekitar 20 kilometer per liter, mobil di segmen ini dinilai semakin relevan di tengah ancaman lonjakan harga energi.“Kalau BBM naik, itu sebenarnya peluang untuk LCGC, karena mobil ini irit bahan bakar,” kata Billy.Di sisi lain, pabrikan juga terus berupaya meningkatkan daya tarik produk. Berbagai penyegaran dilakukan, mulai dari peningkatan fitur hiburan seperti sistem audio, hingga pembaruan tampilan eksterior agar terlihat lebih modern dan stylish.Strategi ini bertujuan mengubah persepsi bahwa LCGC bukan sekadar mobil murah, melainkan kendaraan dengan nilai lebih. Bahkan, sejumlah model di segmen ini dikenal mudah dimodifikasi, baik dari sisi eksterior maupun interior, sehingga menarik bagi konsumen muda.Menariknya, komposisi pembeli LCGC juga mulai bergeser. Billy menyebutkan bahwa sekitar 60 hingga 70 persen konsumen masih berasal dari pembeli mobil pertama, sementara sisanya merupakan pengguna lama yang menjadikan LCGC sebagai mobil kedua atau ketiga. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Fenomena ini menunjukkan bahwa LCGC kini tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan entry-level, tetapi juga sebagai solusi mobilitas harian yang efisien.Ke depan, pergerakan segmen ini akan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan kebijakan pembiayaan. Namun, jika harga BBM benar-benar meningkat, bukan tidak mungkin LCGC kembali menjadi primadona di pasar otomotif nasional.