Rally Dakar menjadi salah satu ajang balap paling bergengsi yang banyak diimpikan oleh para pecinta reli. Namun, biaya untuk mengikuti ajang balap ini bisa dikatakan sangat tinggi. Termasuk juga dengan biaya pendaftarannya yang mencapai ratusan juta rupiah. Julian Johan bersama timnya latihan di Gurun Sahara jelang Rally Dakar 2026 Tetapi, tidak perlu khawatir, karena ternyata biaya pendaftaran ini bisa dicicil oleh calon peserta. Julian Johan, pereli nasional yang akan mengikuti Rally Dakar 2026, mengatakan, untuk kelas mobil, kisarannya sekitar Rp350.000.000 hingga Rp600.000.000, tergantung kelas yang diikuti. "Jadi, nanti ada terminnya, sampai tanggal 31 ini pembayaran yang pertama, nanti keduanya misalnya akhir bulan apa. Jadi, ya memudahkan juga lah buat banyak yang privateer ya terutama, kalau tim pabrikan sih mungkin enggak masalah," ujar pria yang akrab disapa Jeje, saat ditemui di Jakarta, belum lama ini. Bivouac pada Rally Dakar "Jadi, kalau seluruh peserta itu sebenarnya fasilitasnya sama, kita dapat pertama itu makanan full selama lagi Dakar dua minggu atau mungkin hitungannya dua minggu lebih, termasuk sebelum Dakar," kata Jeje. Jeje menambahkan, sisanya standar seperti ikut ajang balap lain pada umumnya. Peserta juga akan mendapatkan merchandise, seperti kaus dan lainnya. "Kita tidak ada hotel, karena balapannya di tengah gurun, jadi tiap malam itu tidurnya di tenda. Tendanya yang bawain tim support," ujarnya. Jeje mengatakan, pada Rally Dakar, lokasi paddock seperti kota kecil di tengah gurun pasir. Jadi, selain paddock, ada tenda untuk panitia, tim medis, dan fasilitas-fasilitas lainnya. "Kalau di Dakar itu disebutnya bivouac (kemah), dari bahasa Perancis," kata Jeje. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang