Memilih rute perjalanan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pemilik kendaraan untuk menjaga konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tetap efisien. Sebagian pengendara mungkin berpikir bahwa memilih rute dengan jarak paling pendek dapat membuat konsumsi BBM lebih hemat. Namun, kondisi lalu lintas juga menjadi faktor yang turut memengaruhi konsumsi bahan bakar. Apalagi, rute yang lebih dekat belum tentu membuat waktu tempuh lebih singkat apabila kondisi jalan mengalami kemacetan. 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dan Ketua Bidang Road Safety and Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Victor Assani, mengatakan, memilih antara rute yang dekat tetapi macet dan rute yang lebih jauh namun lancar tidak bisa langsung ditentukan mana yang lebih irit. Sebab, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. "Boros tidaknya bahan bakar pada kendaraan sangat tergantung dari beberapa variabel, di antaranya waktu kerja mesin atau waktu tempuh, cara berkendara seperti pengaturan RPM, rasio transmisi dan akselerasi, serta kondisi jalan seperti macet, berlubang, menanjak dan licin. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan frekuensi stop-and-go dan idle,” ucapnya kepada Kompas.com, Jumat (4/9/2026). Pantau titik penyekatan lewat aplikasi peta digital google maps Victor menjelaskan, kondisi jalan yang macet dapat menjadi salah satu faktor yang membuat konsumsi BBM kendaraan meningkat. "ini yang sering kali menjadi penyebab dominan tingginya fuel consumption karena pada kondisi jalan tertentu khususnya macet, pengendara akan sering melakukan stop-and-go termasuk akselerasi dan idle. Sehingga mesin bekerja dengan tidak efisien,” katanya. Sementara, pada kondisi jalan yang lancar, kendaraan cenderung dapat mempertahankan kecepatan secara lebih stabil. "Sebaliknya, pada jalan yang lancar kendaraan dapat mempertahankan kecepatan yang relatif stabil, sehingga konsumsi bahan bakar per kilometer biasanya lebih baik,” ucapnya. Dengan mempertimbangkan sejumlah faktor tersebut, Victor mengatakan bahwa rute paling pendek tidak selalu menjadi pilihan paling hemat BBM. Jadi, untuk menghemat bahan bakar, pengendara sebaiknya memilih rute yang lalu lintasnya lancar dan memungkinkan kendaraan melaju dengan kecepatan stabil. “Rute yang paling pendek belum tentu menjadi pilihan paling irit jika kondisi jalannya macet dan membuat kendaraan sering berhenti atau berakselerasi,” ucapnya. Sebagai gambaran, Victor memberikan contoh dua pilihan rute dengan jarak dan waktu tempuh yang berbeda. "Rute pertama berjarak 15 km tetapi karena macet maka ditempuh dalam 60 menit. Rute kedua 20 km dan hanya butuhkan 30 menit dengan kecepatan relatif konstan. Jadi, walaupun Rute kedua lebih jauh tetapi belum tentu konsumsi BBM-nya lebih boros,” ucapnya. Menurutnya, rute yang lebih jauh tetapi lancar bisa menghasilkan konsumsi BBM yang lebih hemat dibandingkan rute pendek yang mengalami kemacetan. "Malahan justru bisa lebih hemat karena pada rute pertama yang kondisi jalan macet akan mempengaruhi cara berkendara dengan akan banyak idle dan sering melakukan akselerasi, termasuk stop-and-go,” ucapnya. Jadi, jangan hanya melihat jarak tempuh saat memilih rute. Kondisi lalu lintas dan waktu tempuh juga perlu dipertimbangkan, karena rute yang lebih jauh tetapi lancar belum tentu lebih boros BBM.