Polri telah menyusun jadwal penerapan aturan ganjil genap di wilayah DKI Jakarta untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat selama periode libur Nataru. Kebijakan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap di Jakarta kerap dianggap mampu menekan kemacetan pada hari tertentu. Namun, jika dilihat dari data lalu lintas selama sepekan terakhir hingga hari ini Selasa 24 Februari 2026, gambaran kepadatan menunjukkan pola yang lebih dinamis dibanding sekadar perbedaan tanggal. Pantauan tingkat kemacetan harian yang dilihat VIVA Otomotif di TomTom Index memperlihatkan fluktuasi yang dipengaruhi jam sibuk pagi dan sore, terlepas dari tanggal genap maupun ganjil. Pada Selasa, 24 Februari 2026 pukul 10.58 WIB, tingkat kemacetan tercatat 58 persen dengan kecepatan rata-rata kendaraan 21,8 km/jam serta 88 titik kemacetan di berbagai ruas. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Jika ditarik ke awal pekan, Senin yang merupakan tanggal ganjil memperlihatkan lonjakan kemacetan pada pagi hari hingga kisaran 80–90 persen sebelum turun menjelang siang. Pola ini kembali meningkat pada sore hari, menandakan aktivitas kerja masih menjadi faktor dominan pembentuk kepadatan.Sementara itu, Selasa yang bertepatan dengan tanggal genap menunjukkan pola serupa dengan puncak kemacetan pagi mendekati 90 persen dan penurunan drastis saat periode non-sibuk. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pembatasan kendaraan tidak sepenuhnya menghilangkan lonjakan volume lalu lintas pada jam berangkat kerja.Memasuki pertengahan pekan, Rabu dan Kamis memperlihatkan variasi yang relatif tipis antara hari genap dan ganjil dengan puncak kemacetan pagi berkisar 70–100 persen. Perbedaan lebih terlihat pada intensitas sore hari, di mana salah satu hari ganjil mencatat lonjakan lebih tinggi akibat mobilitas pulang kerja yang meningkat.Adapun menjelang akhir pekan, Jumat dan Sabtu menunjukkan tren berbeda dengan kemacetan pagi tetap tinggi namun penurunan lebih cepat setelah siang hari. Pada periode ini, faktor aktivitas sosial dan perjalanan non-komuter mulai memengaruhi kepadatan sehingga perbedaan genap ganjil semakin tidak menonjol.Secara keseluruhan, data sepekan memperlihatkan bahwa tingkat kemacetan Jakarta cenderung mengikuti pola waktu aktivitas masyarakat dibanding pola tanggal genap atau ganjil. Sistem pembatasan kendaraan tetap berperan pada koridor tertentu, tetapi dalam skala kota, kepadatan lalu lintas masih dipengaruhi kombinasi mobilitas harian, distribusi perjalanan, serta dinamika aktivitas urban.