Kebijakan work from home (WFH) kembali menunjukkan dampak nyata terhadap kondisi lalu lintas di Jakarta. Pada Jumat (17/4/2026) pagi, arus kendaraan di Ibu Kota terpantau lebih lancar dibandingkan hari kerja biasanya. Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados mengatakan, kelancaran ini tak lepas dari penerapan WFH oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Hal ini dikarenakan pemberlakuan WFH oleh Pemprov DKI. WFH untuk ASN dan karyawan swasta,” ujar Robby, kepada Kompas.com (17/4/2026). Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua. Berkurangnya mobilitas harian, terutama pada jam sibuk, membuat volume kendaraan di sejumlah ruas jalan utama menurun. Dampaknya, kemacetan yang biasanya terjadi di pagi dan sore hari pun relatif berkurang. Menariknya, kondisi lalu lintas yang relatif lebih lancar ini tidak hanya terjadi pada pagi hari, tetapi diklaim juga berlanjut hingga sore dan malam. “(Kebanyakan) hanya masyarakat yang keluar dari pusat perbelanjaan dan tempat olah raga,” ucap Robby. Foto aerial suasana lalu lalang kendaraan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (14/9/2020). Pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II atau PSBB pengetatan di DKI Jakarta, arus lalu lintas kendaraan di sekitar Bundaran HI terpantau lancar. Artinya, aktivitas kendaraan di jalan lebih didominasi oleh perjalanan non-rutin, seperti rekreasi atau kebutuhan pribadi, bukan lagi mobilitas kerja yang biasanya menjadi penyumbang utama kemacetan. Sebagai informasi, penerapan sistem kerja WFH ini merujuk pada Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Nomor 34 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Dari Rumah (WFH). Fenomena ini kembali menegaskan bahwa pengaturan pola kerja memiliki dampak signifikan terhadap lalu lintas perkotaan. Dengan berkurangnya kendaraan di jalan, potensi kemacetan bisa ditekan, sekaligus memberikan gambaran alternatif solusi jangka pendek untuk mengurai kepadatan di Jakarta. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang