Lalu lintas Jakarta. Penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Jumat mulai terlihat dampaknya terhadap kondisi lalu lintas di Ibu Kota. Pada Jumat pagi, 10 April 2026, kepadatan kendaraan terpantau sedikit lebih terkendali dibandingkan hari kerja biasa meski belum menunjukkan perubahan drastis. Berdasarkan data pemantauan di wilayah Jakarta yang dilihat VIVA Otomotif, rata-rata kecepatan kendaraan pada pukul 10.13 WIB tercatat sebesar 24,3 km per jam. Angka tersebut sedikit lebih rendah sekitar 1,4 km per jam dibandingkan kondisi normal pada waktu yang sama di hari kerja. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Di sisi lain, tingkat kemacetan justru berada di angka 41 persen atau meningkat sekitar 7 poin persentase dibandingkan kondisi biasanya. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun sebagian ASN mulai bekerja dari rumah, volume kendaraan di jalan masih cukup tinggi.Data juga mencatat terdapat 68 titik kemacetan yang tersebar di berbagai ruas jalan utama dengan total panjang antrean mencapai 50,8 kilometer. Kepadatan lalu lintas masih terlihat di sejumlah kawasan strategis seperti pusat bisnis, jalur arteri, serta akses penghubung antarwilayah di dalam kota.Pola lalu lintas dalam tujuh hari terakhir menunjukkan bahwa hari Jumat memang cenderung memiliki tingkat kemacetan yang lebih rendah pada pagi hari dibandingkan Selasa hingga Kamis. Namun, perbedaan tersebut tidak terlalu jauh, terutama karena aktivitas masyarakat non-ASN yang tetap berjalan normal.Menariknya, pada periode sore hari, tren kemacetan masih menunjukkan lonjakan yang cukup tinggi. Hal ini mencerminkan bahwa mobilitas masyarakat setelah jam kerja tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi kepadatan lalu lintas, terlepas dari adanya kebijakan WFH. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Kebijakan fleksibilitas kerja yang didorong oleh Kementerian PAN-RB memungkinkan ASN untuk tidak selalu bekerja dari kantor. Namun, implementasi di lapangan masih bervariasi antarinstansi sehingga dampaknya terhadap lalu lintas belum merata.Selain itu, sektor swasta, transportasi logistik, serta aktivitas pendidikan juga tetap berkontribusi terhadap tingginya pergerakan kendaraan bermotor, yang kemudian memicu padatnya arus lalu lintas di Jakarta pada hari kerja.