Memasuki periode arus balik Lebaran 2026, kondisi lalu lintas di wilayah Jakarta masih terpantau relatif lengang. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada karena lonjakan kendaraan diperkirakan mulai terjadi sejak Senin (23/3/2026) malam hingga beberapa hari ke depan. Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, mengatakan bahwa hingga saat ini kepadatan lalu lintas di ibu kota belum menunjukkan peningkatan signifikan. “Sementara untuk kepadatan belum dirasakan, di Jakarta masih cukup kondusif. Tapi prediksinya puncaknya terjadi mulai Senin (23/3) malam hingga 24 Maret ini sebagai puncak pertama,” kata Robby kepada Kompas.com, Senin (23/3/2026). Ia menjelaskan, gelombang pertama arus balik umumnya dimanfaatkan oleh pemudik yang memilih kembali lebih awal untuk menghindari kepadatan di akhir masa libur. Menurut Robby, kondisi lalu lintas dapat berubah dengan cepat, terutama di jalur utama dan akses masuk Jakarta yang menjadi titik pertemuan kendaraan dari berbagai arah. Ilustrasi Tol Dalam Kota Jakarta. Situasi lalu lintas Tol Dalam Kota dan Jalan Gatot Subroto, Jumat (14/11/2025) “Perubahan arus bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama di titik-titik pertemuan kendaraan dari tol menuju jalan arteri. Jadi pengendara tetap harus mengantisipasi,” ujarnya. Selain puncak pertama, kepolisian juga telah memetakan potensi lonjakan kedua arus balik yang diperkirakan terjadi menjelang berakhirnya masa libur Lebaran. “Selanjutnya, puncak arus balik kedua diprediksi terjadi pada 28 dan 29 Maret,” kata Robby. Dengan adanya dua fase puncak tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan dengan bijak serta memantau informasi lalu lintas terkini, agar dapat menghindari kepadatan yang berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang