Tingkat pelanggaran lalu lintas di Jakarta sepanjang 2025 masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi aparat kepolisian. Meski berbagai langkah penindakan dan edukasi terus dilakukan, data terbaru menunjukkan pelanggaran dan kecelakaan di Ibu Kota masih berada pada angka yang mengkhawatirkan. Kondisi ini pula yang menjadi dasar dilaksanakannya Operasi Zebra Jaya 2025, yang diharapkan mampu menekan berbagai potensi pelanggaran dan meningkatkan keselamatan berkendara. Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, mengatakan, bahwa operasi ini memiliki tujuan yang sangat fundamental dalam menjaga keamanan lalu lintas. “Perlu kita ingat bersama bahwa Operasi Zebra Jaya bertujuan untuk menurunkan pelanggaran, mengurangi kecelakaan, dan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,” ujar Dekananto di Jakarta, Senin (17/11/2025). Data sepanjang Januari hingga Oktober 2025 menunjukkan bahwa Jakarta masih menghadapi angka kecelakaan yang tinggi. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Bekasi Kota menggelar Operasi Zebra Jaya 2024 hari kedua di Jalan Ir H Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (15/10/2024). Tercatat 11.604 kasus kecelakaan terjadi dalam periode tersebut, dengan 659 korban meninggal dunia. “Dari sisi pelanggaran, tercatat ada 505.441 (pelanggaran) kasus sepanjang Januari hingga Oktober 2025, di mana angka tersebut mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun 2024 pada periode yang sama,” kata Dekananto. Tingginya jumlah pelanggaran ini tidak hanya mencerminkan kurangnya disiplin masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa berbagai perilaku berkendara berisiko masih marak terjadi. Cegah Balap Liar, Polisi Rencanakan Pembangunan Posko di Jalan Gunung Sahari “Di wilayah hukum kita masih ditemukan pelanggaran yang dilakukan secara berkelompok pada dini hari, mulai dari aksi balap liar di jalan raya, konvoi tanpa menggunakan helm, penggunaan knalpot bising, yang bahkan dilakukan oleh pengendara yang masih di bawah umur,” ucap Dekananto. Perilaku tersebut bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga menciptakan potensi besar terjadinya kecelakaan fatal dan bahkan memicu tindakan kriminal lain. Aksi balap liar, misalnya, seringkali berujung pada benturan antarpengendara ataupun menimpa pengguna jalan lain yang tidak terlibat. Sebanyak 270 pelanggaran lalu lintas terjadi pada hari pertama tilang manual ditiadakan di persimpangan Jalan Ahmad Yani, tepatnya di lampu merah Bekasi Cyber Park (BCP) Mall, Kota Bekasi, Senin (20/1/2025). Begitu juga dengan penggunaan knalpot bising atau konvoi tanpa helm yang menunjukkan rendahnya kepatuhan terhadap aturan dasar keselamatan. Dengan kondisi yang terus berulang ini, Operasi Zebra Jaya 2025 diharapkan dapat menjadi momentum untuk menekan laju pelanggaran dan memberikan efek jera yang lebih kuat. Selain penindakan, edukasi juga akan menjadi bagian penting dari strategi kepolisian dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.