Membeli Vespa klasik bekas memang punya tantangan tersendiri. Selain soal kondisi mesin dan bodi, calon pembeli juga perlu memahami karakter motor agar tidak salah ambil unit dan akhirnya keluar biaya perbaikan yang membengkak. Aphin, pemilik bengkel spesialis Vespa klasik Aphin Garage di Klender, Jakarta Timur, mengatakan, pengecekan Vespa bekas tidak bisa dilakukan sekadar melihat tampilan luar. Menurutnya, hal paling utama justru ada pada sektor mesin dan struktur bodi. “Satu yang penting lihat nomor mesin, nomor rangka. Itu bikinan atau enggak,” ujar Aphin, kepada Kompas.com (7/1/2026). Ilustrasi Vespa Corsa 125 1996 Selain nomor rangka, bagian bawah dek juga wajib diperiksa karena rawan keropos akibat usia dan karat. Selanjutnya, dengarkan suara mesin. Pastikan tidak ada bunyi yang aneh saat beroperasi. Aphin menjelaskan, suara mesin Vespa bisa jadi indikator kondisi internal. Caranya, motor perlu dihidupkan dan dibiarkan langsam sebelum dites jalan. “Dihidupin, langsamnya, jalannya imbang enggak. Suaranya ada kricik-kricik, kalau ada pasti dari seher,” ucap dia. Aphin Garage, bengkel spesialis Vespa di Klender, Jakarta Timur. Di samping itu, bila suara mesin terasa berat atau tidak stabil, biasanya masalah berada pada sektor piston (seher) atau pengapian. Aphin menegaskan, komponen eksternal seperti lampu atau aksesori tidak perlu terlalu diprioritaskan pada tahap awal pemeriksaan. “Kalau barang-barang orisinalnya itu gampang, seperti lampu-lampu dan aksesori. Utamanya di mesin sama bodi,” kata dia. Aphin Garage, bengkel spesialis Vespa di Klender, Jakarta Timur. Selain suara, komponen kipas pendingin juga bisa memberi tanda kerusakan. Menurut Aphin, kipas yang bergerak tidak stabil biasanya disebabkan kerusakan laher (bearing). Calon pembeli juga sebaiknya menekan magnet untuk memastikan tidak ada gerak berlebih. Jika terdapat getaran abnormal atau gerak keluar-masuk, besar kemungkinan ada keausan pada bagian dalam mesin. Kemudian, banyak Vespa bekas dipoles agar terlihat rapi dan kinclong. Namun, kata Aphin, cat baru bukan jaminan kondisi baik. Justru, biaya terbesar untuk peremajaan biasanya ada di sektor bodi. Aphin Garage, bengkel spesialis Vespa di Klender, Jakarta Timur. “Yang berat tuh bodi. Kan ngecat, ganti dek, kabel juga ganti. Itu otomatis lah,” ujar dia. Untuk memberi gambaran kasar, restorasi bodi mulai dari pengecatan hingga perbaikan dek bisa menghabiskan sekitar Rp 10 juta. Sementara perbaikan mesin standar diperkirakan sekitar Rp 1,5 juta, tergantung kondisi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang