Rute jauh lancar atau dekat macet kerap membingungkan bagi pengendara. Namun, sebenarnya keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Aplikasi navigasi sudah banyak dijumpai di mobil modern sebagai perangkat yang menunjang kemudahan pengemudi. Faktanya, fitur tersebut dapat membuat pengemudi mengetahui kondisi kepadatan lalu lintas di depan. Sehingga, pengendara bisa memilih mau lewat mana. Ilustrasi Google Maps Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan rute jauh tapi lancar bisa jadi pilihan selama masih dalam cakupan yang bisa ditoleransi. “Lihat jauhnya seberapa, kalau masih dalam batas toleransi sih pilih rute jauh tapi lancar, pertimbangannya suasana hati (mood) pengemudi ya,” ucap Sony kepada KOMPAS.com, Sabtu (15/11/2025). Kelancaran lalu lintas kadang bisa menghilangkan rasa jenuh dan stress. Menurut Sony, kondisi tersebut menguntungkan pengemudi. “Dan biasanya jalan yang lancar secara waktu lebih cepat sampai daripada macet, ini menjadi pertimbangan penting,” ucap Sony. Sementara itu, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) ketika melewati rute jauh lancar cenderung lebih hemat, bila diamati lewat fitur konsumsi rata-rata BBM di layar informasi. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten, mengatakan informasi konsumsi rata-rata BBM di layar informasi ketika lewat rute jauh lancar bisa lebih hemat karena angka yang dibagi lebih besar. Di rute kombinasi, konsumsi BBM Honda Civic RS e:HEV berdasarkan MID tembus 26,2 km per liter. “Dengan jarak yang ditempuh lebih jauh, maka angka jarak atau yang dibagi lebih besar, wajar bila terkesan lebih hemat, rata-rata konsumsi BBM kan berapa kilometer per liter,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Sabtu (15/11/2025). Sedangkan berapa habisnya BBM secara realita sangat tergantung dengan durasi mesin hidup, dan cara pengoperasiannya. Sebagai ilustrasi, simak perbandingan konsumsi rata-rata BBM berikut untuk menuju titik yang sama dengan rute beda: Jarak 8 kilometer, habis 1 liter BBM Jarak 16 kilometer, habis 2 liter BBM Dari data tersebut, maka rata-rata konsumsi BBM yang tercantum pada layar informasi akan sama yakni 8 Km per liter. Tapi nyatanya, jumlah BBM yang berkurang di tangki lebih banyak bila mobil menempuh rute jauh. “Intinya informasi konsumsi BBM di layar informasi hanya rata-ratanya, makin jauh jarak tempuhnya tentu bakal membuat angka rata-rata lebih tinggi atau terkesan irit,” ucap Imun. Nah, itu tadi gambaran ketika hendak memilih rute sebelum perjalanan atau ketika dihadapkan lalu lintas macet. Pengendara bisa mempertimbangkan waktu tempuh, suasana hati dan konsumsi BBM. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.