Baterai menjadi salah satu komponen penting pada sepeda motor listrik. Selain menentukan jarak tempuh, baterai juga menjadi bagian yang perlu dipertimbangkan konsumen dari sisi biaya. Saat ini, terdapat motor listrik yang menawarkan baterai dengan skema pembelian langsung maupun sewa. Masing-masing skema memiliki konsekuensi berbeda bagi pengguna, terutama terkait biaya dan risiko ketika performa baterai mulai menurun. Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, skema beli dan sewa baterai sebenarnya tidak bisa dilihat hanya dari besarnya biaya yang harus dikeluarkan pada awal pembelian. "Sebenarnya, tiga skema ini tidak sepenuhnya sejajar. Beli atau sewa menentukan siapa yang menanggung aset dan risiko baterai," ujar Yannes, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Test ride motor listrik Alva N3 Menurut Yannes, kebutuhan pengguna menjadi salah satu faktor yang menentukan skema baterai yang lebih sesuai. Pengguna dengan jarak tempuh harian yang relatif rendah memiliki kebutuhan berbeda dengan mereka yang menggunakan motor listrik untuk aktivitas dengan intensitas tinggi. Pemakaian Ringan Lebih Cocok Beli Baterai Yannes mengatakan, pengguna yang menempuh jarak relatif pendek setiap hari dapat mempertimbangkan pembelian baterai. Salah satu alasannya adalah tidak adanya biaya langganan bulanan. "Kalau pemakaian ringan, misalnya di bawah sekitar 25 km per hari, membeli baterai dan mengisi di rumah biasanya lebih masuk akal, karena tidak ada biaya langganan bulanan," kata Yannes. Dengan pola pemakaian tersebut, pengguna umumnya memiliki waktu yang cukup untuk mengisi daya ketika motor sedang tidak digunakan. Motor listrik untuk pemakaian sehari-hari Pengisian daya di rumah juga memungkinkan pengguna memanfaatkan waktu ketika kendaraan tidak dipakai, misalnya pada malam hari atau saat berada di rumah. Namun, pembelian baterai berarti pengguna turut menanggung aset tersebut. Ketika kemampuan baterai mengalami penurunan seiring usia dan pemakaian, konsekuensi biaya terkait baterai juga berada di pihak pemilik. Sewa Baterai Mulai Menarik untuk Pemakaian Lebih Tinggi Berbeda dengan pengguna ringan, pengguna yang menempuh jarak lebih jauh setiap hari dapat mempertimbangkan skema sewa baterai. Alva N3 meluncur di PRJ 2025 dengan skema sewa baterai "Ketika pemakaian naik ke sekitar 30–60 km, sewa mulai menarik, karena risiko penurunan kesehatan dan biaya penggantian baterai berpindah ke operator," ujar Yannes. Skema tersebut membuat pengguna tidak sepenuhnya menanggung risiko penurunan kesehatan baterai. Biaya yang berkaitan dengan baterai kemudian menjadi bagian dari layanan yang diberikan operator sesuai ketentuan masing-masing. Dengan demikian, pertimbangan konsumen bukan hanya mengenai harga motor listrik pada saat pembelian. Biaya berlangganan dan ketentuan layanan baterai juga perlu diperhitungkan sebelum menentukan pilihan. Pada akhirnya, pilihan membeli atau menyewa baterai dapat disesuaikan dengan pola penggunaan. Pengguna dengan jarak tempuh rendah bisa mempertimbangkan pembelian baterai, sementara skema sewa memberikan alternatif bagi pengguna yang ingin mengurangi risiko terkait kondisi dan penggantian baterai.