PT Honda Prospect Motor (HPM) menghentikan produksi varian bensin Honda CR-V sebagai bagian dari penyesuaian strategi produk di pasar Indonesia. Langkah ini diambil setelah melihat pergeseran minat konsumen yang semakin kuat ke teknologi elektrifikasi. Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM Yusak Billy mengatakan, keputusan tersebut didasarkan pada data penjualan dan preferensi konsumen dalam beberapa waktu terakhir. “Keputusan Honda menyesuaikan varian CR-V didasarkan pada permintaan dan preferensi konsumen. Menurut data kami, hampir 80 persen dari konsumen CR-V memilih varian hybrid,” ujar Billy, kepada Kompas.com, Jumat (6/2/2026). Menurut dia, dominasi permintaan pada model hybrid membuat komposisi penjualan CR-V berubah signifikan. Karena itu, pabrikan menilai lini produk perlu diselaraskan dengan kebutuhan pasar saat ini. All New Honda CR-V Turbo “Karena itu, Honda menyesuaikan lini produk agar lebih selaras dengan kebutuhan pasar, sekaligus memastikan konsumen mendapatkan teknologi yang paling relevan dengan kebutuhan mereka saat ini,” kata Billy. Berdasarkan data penjualan yang diolah dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tren pergeseran ke CR-V hybrid terlihat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, penjualan CR-V bensin tercatat 121 unit, sementara CR-V hybrid mencapai 1.527 unit. Memasuki 2024, penjualan varian bensin naik menjadi 990 unit, namun model hybrid tetap dominan dengan capaian 2.373 unit. Sementara pada 2025, penjualan CR-V bensin tercatat 330 unit, sedangkan CR-V hybrid sebanyak 150 unit. Dengan komposisi tersebut, CR-V di Indonesia kini difokuskan pada varian hybrid yang menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar dan performa, sekaligus sejalan dengan arah elektrifikasi Honda di pasar global dan domestik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang