Volkswagen (VW) tengah menyiapkan langkah efisiensi yang jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya, dengan memangkas hingga 100.000 tenaga kerja secara global sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan. Rencana tersebut terungkap dalam memo internal yang dikirim Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen Oliver Blume kepada para karyawan sebagaimana dikutip Reuters pada Rabu (15/7/2026). Sebelumnya, Volkswagen telah menyepakati pemangkasan sekitar 50.000 pekerja di seluruh grup, termasuk di merek Audi dan Porsche. Namun, manajemen menilai langkah tersebut belum cukup untuk mengembalikan daya saing perusahaan. Volkswagen saat ini menghadapi berbagai tekanan, mulai dari penurunan laba, tarif impor Amerika Serikat (AS) yang membebani miliaran euro, hingga persaingan yang semakin ketat dengan produsen otomotif China. Di sisi lain, perusahaan juga dituntut meningkatkan efisiensi operasional pabrik-pabriknya di Jerman. Dalam memo tersebut, Blume menjelaskan biaya operasional Volkswagen masih sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan para pesaingnya. Oleh karena itu, perusahaan sedang menghitung berbagai opsi penghematan, termasuk kemungkinan pengurangan sekitar 50.000 posisi tambahan. "Saat ini kami sedang mengevaluasi di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah mengenai berapa banyak penyesuaian yang benar-benar diperlukan dan memungkinkan untuk dilakukan," tulis Blume dalam memo tersebut. Apabila rencana itu terealisasi, total pengurangan tenaga kerja Volkswagen dapat mencapai sekitar 100.000 orang. Angka tersebut akan menjadi salah satu restrukturisasi terbesar dalam sejarah industri otomotif global. Sebagai perbandingan, General Motors memangkas sekitar 50.000 pekerja saat mengajukan kebangkrutan pada 2009. Volkswagen resmikan diler baru di Jakarta Selatan Empat pabrik belum memiliki kepastian Memo internal tersebut juga mengungkap persoalan lain yang dihadapi Volkswagen, yakni masa depan empat fasilitas produksinya di Jerman. Menurut Blume, hingga kini perusahaan belum menemukan prospek bisnis yang dinilai cukup kompetitif bagi pabrik Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm untuk memasuki dekade 2030-an. "Hingga hari ini, kami masih belum dapat mengonfirmasi adanya prospek bisnis yang kompetitif bagi pabrik Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm pada dekade 2030-an," tulisnya. Meski demikian, ia menegaskan penutupan pabrik bukan menjadi opsi utama yang diinginkan perusahaan. Sebelumnya, Blume sempat mengungkap sejumlah alternatif untuk memanfaatkan kapasitas produksi yang belum optimal. Di antaranya mengalihkan sebagian fasilitas ke industri pertahanan atau memproduksi model Volkswagen asal China di Eropa. Ilustrasi pabrik mobil Restrukturisasi belum selesai Volkswagen saat ini belum memberikan tanggapan atas berbagai laporan yang menyebut perusahaan akan memangkas hingga 100.000 tenaga kerja. Dalam pernyataan resminya usai rapat dengan para pemangku kepentingan, perusahaan hanya menyampaikan rencana pengurangan kapasitas produksi serta penyederhanaan portofolio model kendaraan. Jumlah model yang diproduksi bahkan direncanakan berkurang hingga sekitar separuh dari portofolio saat ini. "Tentu saja dapat dipahami bahwa belum semuanya direncanakan hingga ke rincian terakhir, dan masih ada sejumlah persoalan yang perlu dibahas serta dievaluasi lebih lanjut," katanya. "Masih akan ada lebih banyak pertemuan di mana kita akan bekerja keras untuk menemukan solusi terbaik," ujar Blume.