Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen, Oliver Blume, menilai industri otomotif Jerman perlu belajar dari pendekatan perencanaan industri China yang dinilai lebih disiplin dan terarah. Pernyataan ini mencerminkan tekanan yang kini dihadapi pabrikan Eropa di tengah cepatnya transformasi industri otomotif global, khususnya di pasar China. Dalam wawancara dengan Bild am Sonntag yang dikutip Reuters, Blume menyebut China menjalankan strategi industri secara sistematis dengan prioritas yang jelas. Logo Volkswagen Golf GTI “China bertindak dengan cara yang sangat terencana dan memiliki prioritas yang jelas. Strukturnya diatur secara optimal,” ujarnya, Senin (23/3/2026). Ia menilai, keunggulan China tidak hanya terletak pada skala pasar, tetapi juga pada kemampuan eksekusi yang konsisten di level industri. “Hal yang sangat positif yang kami alami di China adalah tingkat disiplin yang tinggi dan kemauan untuk mengeksekusi,” kata Blume. Menurut dia, pelaku industri di Eropa perlu mulai melihat praktik di luar kawasan sebagai referensi, terutama dalam menghadapi perubahan besar seperti elektrifikasi dan digitalisasi kendaraan. Namun, di saat yang sama, kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi Volkswagen. Di pasar China, perusahaan menghadapi persaingan yang sangat ketat dengan lebih dari 150 pemain serta inovasi yang bergerak cepat. Pabrik mobil PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) yang berlokasi di Greenland International Industrial Center, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tekanan tersebut mulai tercermin dalam kinerja penjualan. Berdasarkan laporan terbaru, pengiriman kendaraan global Volkswagen pada 2025 mencapai 8,98 juta unit, turun tipis 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan terutama terjadi di China, yang mencatat kontraksi 8 persen menjadi 2,69 juta unit. Padahal, pasar ini selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung pertumbuhan Volkswagen. Sebaliknya, kinerja di Eropa dan Amerika Selatan masih menunjukkan pertumbuhan masing-masing sebesar 4,5 persen dan 11,6 persen. Di tengah kondisi tersebut, Volkswagen juga tengah melakukan transformasi besar, termasuk rencana pemangkasan sekitar 50.000 pekerjaan di Jerman hingga 2030. Di sisi lain, perusahaan mulai melihat momentum di segmen kendaraan listrik. Penjualan Battery Electric Vehicle (BEV) naik 32 persen menjadi 983.100 unit, dengan kontribusi sekitar 11 persen dari total penjualan global. Meski begitu, performa kendaraan listrik di China masih tertahan, seiring strategi perusahaan yang tengah menyiapkan model baru berbasis pengembangan lokal untuk mengejar ketertinggalan dari produsen domestik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang