JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Lebaran, penjualan sepeda motor di Indonesia umumnya dianggap meningkat. Namun, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan pola yang tidak selalu sama. Misal belajar dari data 2025, penjualan motor tercatat 560.301 unit pada Januari dan naik menjadi 581.277 unit di Februari. Dealer Premium Motoplex 4 Brand Kharisma Semarang Memasuki Maret yang berdekatan dengan Bulan Ramadhan, angkanya masih tinggi di 541.684 unit. Namun, saat periode Lebaran yang jatuh sekitar April, penjualan justru turun signifikan menjadi 406.691 unit. Angka ini menjadi salah satu yang terendah sepanjang tahun. Setelah Lebaran, pasar kembali pulih dengan penjualan Mei mencapai 505.350 unit dan Juni 509.326 unit. Bahkan pada Juli meningkat lagi menjadi 587.048 unit. Fenomena ini menunjukkan bahwa secara bulanan, periode Bulan Ramadhan dan Lebaran tidak selalu menjadi puncak penjualan. Penurunan justru bisa terjadi karena aktivitas libur dan berkurangnya hari efektif penjualan. Kondisi serupa juga terjadi pada Vespa. Managing Director and Country CEO PT Piaggio Indonesia, Marco Noto La Diega, menyebut penjualannya tidak mengalami lonjakan khusus saat momen Lebaran. Marco menjelaskan, jumlah hari operasional diler selama Bulan Ramadhan dan Lebaran memang berkurang daripada bulan lainnya. Meski demikian, jika dihitung berdasarkan hari operasional, penjualan Vespa justru lebih tinggi dibanding bulan biasa. Artinya, minat konsumen tetap kuat meski waktu jualan lebih singkat. “Kalau Anda tidak menghitung hari-hari itu (libur) dan melihat hari lainnya, penjualan per hari justru lebih tinggi,” kata Marco saat acara peluncuran, Senin (16/3/2026). Secara total bulanan, penjualan Vespa tetap relatif stabil tanpa lonjakan signifikan. Model seperti Sprint dan Primavera masih menjadi primadona atau favorit konsumen, bahkan mendominasi sampai 60 persen dari total penjualan di Indonesia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang