Pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, BYD Motor Indonesia belum menghadirkan model anyar. Pabrikan asal China tersebut memilih untuk fokus melengkapi dan memperkuat lini produk yang sudah dipasarkan di Tanah Air. Sepanjang pameran otomotif tahunan itu, BYD tidak melakukan peluncuran kendaraan baru. Strategi yang diambil adalah menghadirkan varian tambahan dengan fitur yang lebih lengkap guna menjawab kebutuhan konsumen. Salah satu yang diperkenalkan adalah Atto 3 Advanced Plus. Varian ini menjadi pelengkap dari Atto 3 yang telah lebih dulu dipasarkan di Indonesia, dengan sejumlah pembaruan pada fitur kenyamanan dan teknologi. BYD Atto 3 IIMS 2026 Atto 3 Advanced Plus dibanderol dengan harga Rp 415 juta on the road (OTR) Jakarta. Penambahan varian ini diharapkan dapat memberikan pilihan yang lebih luas bagi konsumen kendaraan listrik di segmen SUV kompak. Dari sisi fitur, Atto 3 Advanced Plus dibekali head unit berukuran 15,6 inci yang menjadi pusat kendali berbagai fungsi kendaraan. Selain itu, tersedia juga wireless phone charger untuk penumpang baris pertama. Penyempurnaan lain terlihat pada kehadiran Driver Assistance Systems (ADAS) yang terbilang lengkap. Tidak hanya itu, varian terbaru ini juga dilengkapi roda berukuran 18 inci, power tailgate, serta panoramic sunroof untuk meningkatkan kenyamanan berkendara. BYD Atto 3 IIMS 2026 Meski belum meluncurkan model baru, BYD menegaskan bahwa fokus saat ini masih pada penguatan jajaran produk yang ada. "Saat ini, BYD secara line up adalah produk dengan EV paling lengkap yang ada saat ini di Tanah Air," ujar Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, kepada wartawan, saat ditemui di IIMS 2026, Kamis (5/2/2026). Namun demikian, BYD memastikan peluncuran produk baru tetap masuk dalam rencana ke depan. BYD Indonesia mencatat penjualan lebih dari 54.100 unit sepanjang Januari hingga Desember 2025. Dengan capaian tersebut, BYD mampu menguasai sekitar separuh pangsa pasar dari total penjualan EV nasional. "Tapi, kita seperti yang saya sampaikan tadi dalam waktu dekat akan mengenalkan produk-produk baru lagi," kata Luther. Menurut Luther, momentum peluncuran menjadi faktor penting agar produk dapat diterima pasar secara optimal. "Kami hanya tinggal menunggu momen yang tepat saja untuk market bisa merespons dengan baik," ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang