Saat ini beberapa mobil matik mengusung transmisi berjenis triptonic. Namun, tak sedikit yang memahami kalau sistem ini memiliki fungsi yang cukup penting untuk menjaga performa dan keawetan transmisi, terutama saat mobil melaju di kecepatan tinggi atau sedang menyalip. Transmisi triptonic merupakan sistem transmisi otomatis yang memungkinkan pengemudi mengganti gigi secara manual tanpa menggunakan kopling. Biasanya, perpindahan gigi dilakukan lewat tuas transmisi yang bisa digeser ke posisi "+" untuk naik gigi, dan "–" untuk turun gigi, atau lewat paddle shift di belakang setir. Sederhananya, triptonic menggabungkan kenyamanan transmisi otomatis dengan sensasi kontrol seperti mobil manual. Pengemudi tetap bisa menentukan kapan mobil berpindah gigi, tapi sistem akan mencegah perpindahan ekstrem yang bisa merusak mesin. Toyota Hilux Rangga transmisi otomatis Eddy Handoko Wijaya, pemilik bengkel spesialis transmisi otomatis Bos Matic, menegaskan jika sistem triptonic bisa memperingan kerja transmisi. “Kalau pakai triptonic, itu sejujurnya memperingan kerja mobil. Mempermudah sistem kerja transmisi. Karena kan seberapa RPM itu kita yang menginginkan. Kita ingin cepat berpindah, langsung kita geser. Jadi sesungguhnya memperingan kerja transmisi,” ujar Eddy saat ditemui KOMPAS.com di Tangerang, belum lama ini. Fitur triptonic memungkinkan pengemudi mengatur perpindahan gigi secara manual lewat tuas atau paddle shift tanpa harus menginjak kopling. Sistem ini memberi kontrol lebih besar terhadap putaran mesin, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan berkendara misalnya saat ingin menyalip kendaraan lain. Eddy menjelaskan, triptonic bisa dimanfaatkan untuk menurunkan gigi secara manual ketika ingin menambah tenaga. Dengan begitu, beban kerja transmisi menjadi lebih ringan dibandingkan apabila pengemudi hanya mengandalkan pedal gas untuk kickdown. “Kalau ingin ngebut, nyalip, kickdown, itu sebaiknya pakai triptonic turun yang bagus. Atau dipindahkan tuasnya,” kata Eddy. Test drive Mitsubishi Destinator “Kalau di D kita bejek gas, enggak masalah, bisa juga. Tapi itu memperberat kerja transmisi. Beda kalau tuasnya langsung kita pindah ke 3 misalkan. Itu lebih aman,” lanjutnya. Dengan cara ini, perpindahan gigi bisa dilakukan lebih presisi dan sesuai kebutuhan. Selain itu, triptonic juga membantu mengurangi risiko panas berlebih atau keausan dini pada komponen transmisi. “Jadi saran kami, kalau ingin ngebut, ingin nyalip, pindahkan tuas aja, itu lebih aman. Dibanding kalau kita membejek gas supaya transmisi pindah sendiri. Lebih aman pakai tuasnya, untuk ingin nyalip atau naik-turun, jadi tuas yang kita mainin," kata Eddy, Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.