Transmisi otomatis hadir untuk memudahkan pengemudi. Tidak ada lagi risiko salah masuk gigi, mesin tersendat, atau kerepotan menginjak kopling. Pada awalnya, mobil hanya menggunakan transmisi manual. Sistemnya mirip dengan mobil manual saat ini, di mana pengemudi harus memindahkan gigi secara langsung. Namun seiring waktu, ukuran mobil semakin besar dan lalu lintas makin padat. Kondisi ini mendorong para insinyur mencari cara agar perpindahan gigi bisa dilakukan secara otomatis. Oldsmobile 1948 Mungkin ada yang mengira transmisi otomatis baru ditemukan tahun 1970-an, padahal jenis transmisi ini sudah berumur lebih dari 100 tahun. Dilansir dari Mister Transmission, transmisi otomatis pertama ditemukan pada 1921 oleh insinyur asal Kanada, Alfred Horner Munro. Namun sistem ini belum berhasil karena menggunakan udara bertekanan, sehingga tenaganya terbatas dan tidak diproduksi massal. Perkembangan penting terjadi pada 1930-an, ketika General Motors mengembangkan transmisi otomatis berbasis cairan hidrolik. Teknologi ini kemudian diperkenalkan dengan nama Hydra-Matic pada 1940. Ilustrasi parking pawl pada transmisi matik Mobil Oldsmobile 1948 menjadi yang pertama menggunakan transmisi otomatis modern. Sistem Hydra-Matic yang dikembangkan oleh insinyur Earl Thompson ini bahkan disebut sebagai salah satu terobosan besar di dunia otomotif. Penting Meski bukan yang pertama ditemukan, Hydra Matic menjadi teknologi yang benar-benar sukses di pasar. Sejak saat itu, transmisi otomatis mulai banyak digunakan di mobil-mobil produksi massal. Teknologi ini berkembang pesat setelah Perang Dunia II, ketika industri otomotif meningkat tajam. Mobil menjadi lebih mudah dikendarai, sehingga makin banyak orang bisa menggunakannya. Penampakan parking pawl pada transmisi matik. Seiring perkembangan zaman, transmisi otomatis terus disempurnakan. Perubahan utamanya ada pada jumlah gigi yang semakin banyak dan penggunaan sistem elektronik. Saat ini, transmisi otomatis tidak lagi sepenuhnya mekanis, tetapi sudah dikendalikan komputer. Hasilnya, perpindahan gigi menjadi lebih halus, efisien, dan nyaman digunakan. Dengan teknologi yang terus berkembang, transmisi otomatis diperkirakan masih akan terus mengalami peningkatan di masa depan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang